Jumat, 26 Juli 2024

Dua Kali Mangkir dari Panggilan, Polisi Jemput Lansia Calo Penerimaan Pegawai

Imanuel Lodja - Selasa, 12 September 2023 12:34 WIB
Dua Kali Mangkir dari Panggilan, Polisi Jemput Lansia Calo Penerimaan Pegawai

digtara.com – Penyidik Ditreskrimum Polda NTT beberapa kali melayangkan panggilan kepada NKB alias Naema (62), calo penerimaan pegawai dan anggota Polri.

Baca Juga:

Polisi melayangkan surat panggilan pertama pada tanggal 24 Agustus 2023.

Namun panggilan polisi diabaikan dan tidak diindahkan oleh Naema.

29 Agustus 2023, penyidik kembali melayangkan panggilan kedua namun tetap tidak diindahkan dan NKB tidak menghadiri panggilan kedua.

Naema malah sempat kabur ke Jakarta dan Kabupaten Alor karena takut ditagih oleh ratusan korban.

Kapolda NTT, Irjen Pol Johni Asadoma yang dikonfirmasi Selasa (12/9/2023) membenarkan hal tersebut.

“Tersangka sudah dua kali dipanggil tapi tidak datang,” tandas jenderal bintang dua ini.

Kasus ini tambah Kapolda NTT terjadi sejak tahun 2021 lalu dan tersangka baru ditangkap.

“Ini kasus (tahun) 2021, baru diproses dan ditangkap tersangkanya karena sudah dua kali dipanggil tetapi tidak datang,” ujar Kapolda NTT.

Beberapa korban melaporkan kejadian ini ke Polda NTT karena selama hampir satu tahun, Naema selalu menghindar.

Laporan beberapa korban ke Polda NTT tertuang dalam laporan polisi nomor LP/B/34/I/SPKT/Polda NTT, tanggal 24 Januari 2023.

Minggu (10/9/2023) malam tim unit Resmob Polda NTT dipimpin Iptu I Ketut Ray Artika, SH menjemput Naema di kediamannya.

Naema diamankan polisi di rumah baru nya di Kelurahan Lasiana, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Selama polisi antar surat panggilan dan diabaikan. Pihak keluarga Naema selalu mengatakan bahwa Naema sudah tidak lagi berada di rumah dan beralasan kalau Naema sudah berada di Jakarta.

Pasca pemeriksaan, polisi melakukan gelar perkara dan menaikkan status Naema dari saksi menjadi tersangka.

Statusnya sudah tahanan setelah penyidik memeriksa saksi, korban dan tersangka. Naema ditahan di Polda NTT.

Polda NTT mencatat ada ratusan orang korban penipuan. Tiap orang setor Rp 2,1 juta dan tersangka sudah meraup untung hingga Rp 1,4 miliar lebih.

Aksi penipuan dilakukan NKB alias Naema (62), ibu Lansia yang juga warga Jalan Bakti Karang, RT 033/RW 011, Kelurahan Oebobo, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

NKB yang tidak tamat sekolah dasar menjadi calo penerimaan anggota Polri, PNS dan pegawai Kementerian Hukum dan HAM.

Tak tanggung-tanggung, ada 650 orang korban berasal dari Kabupaten Belu dan Malaka.

NKB yang juga mengaku tim doa menjanjikan para pencari kerja untuk menjadi tenaga kesehatan, guru, anggota polisi, pegawai Lapas dan Imigrasi di seluruh Indonesia dan Provinsi NTT.

Ia menjanjikan mendapat jatah 500 orang dan merupakan jatah gubernur NTT diangkat menjadi PNS.

Dalam aksi nya, NKB meminta sejumlah uang Rp 2,1 juta per orang.

NKB meminta para korban menyetor uang ke rekening BRI dengan nomor rekening 467101017162531 atas nama Erda Iga Margarete Manifa yang juga anaknya.

Total uang yang masuk ke rekening tersebut Rp 1.444.100.000. Belum terhitung uang yang langsung disetor para korban ke NKB.

Untuk meyakinkan para korban, NKB berdalih kalau program penerimaan tenaga kesehatan, guru, anggota polisi, pegawai Lapas dan Imigrasi di seluruh Indonesia merupakan program tertutup dan rahasia karena tidak dibuka untuk umum.

Provinsi NTT sendiri diakui NKB akan mendapatkan jatah 500 orang sebagai program gubernur NTT.

NKB menjanjikan kalau para korban akan diberikan SK sebagai pegawai secara bertahap dari Gubernur NTT pada tanggal 8 hingga 9 september 2022.

Namun hingga saat ini para pendaftar tidak pernah menerima SK PNS seperti yang dijanjikan.

Hingga akhir bulan Agustus 2022, sudah ada sekitar 653 orang yang mendaftar dan menyetor uang ke NKB.

Uang yang diakui sebagai biaya administrasi tersebut ditransfer melalui rekening BRI milik anak NKB.

Total uang yang dipungut NKB dan masuk ke rekening kurang lebih senilai Rp 1.444.100.000.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami diĀ Google News

Dua Kali Mangkir dari Panggilan, Polisi Jemput Lansia Calo Penerimaan Pegawai

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
SHARE:
Tags
Berita Terkait
26 Ribu KTP Disalahgunakan Untuk Daftar Calon Perseorangan di Tapanuli Selatan, Para Korban Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Tindakan Pemilu

26 Ribu KTP Disalahgunakan Untuk Daftar Calon Perseorangan di Tapanuli Selatan, Para Korban Laporkan Dugaan Penyalahgunaan Tindakan Pemilu

Hendak ke Rumah Calon Istri, Pria di Sumba Tengah Malah Dianiaya Sejumlah Pria

Hendak ke Rumah Calon Istri, Pria di Sumba Tengah Malah Dianiaya Sejumlah Pria

Cari Modal Judi Online, Warga Kupang jadi Calo Tiket dan Ditangkap Polisi

Cari Modal Judi Online, Warga Kupang jadi Calo Tiket dan Ditangkap Polisi

Kapolda Buka Diri Terima Langsung Masukan Atas Penyimpangan Penerimaan Anggota Polri

Kapolda Buka Diri Terima Langsung Masukan Atas Penyimpangan Penerimaan Anggota Polri

Berdamai, Korban Penipuan Penerimaan Casis Bintara Polri di Alor Cabut Laporan Polisi

Berdamai, Korban Penipuan Penerimaan Casis Bintara Polri di Alor Cabut Laporan Polisi

KPU Tetapkan 50 Calon Anggota DPRD Deli Serdang Terpilih 2024-2029

KPU Tetapkan 50 Calon Anggota DPRD Deli Serdang Terpilih 2024-2029

Komentar
Berita Terbaru