Sabtu, 13 Juli 2024

Dua Hari Dihantam Hujan, Jembatan di Kabupaten Kupang Nyaris Putus

Imanuel Lodja - Sabtu, 04 Februari 2023 12:11 WIB
Dua Hari Dihantam Hujan, Jembatan di Kabupaten Kupang Nyaris Putus

digtara.com – Jembatan Kapsali di Kabupaten Kupang yang menghubungkan wilayah Kupang dan Amfoang, tepatnya di Desa Manubelon, Kecamatan Amfoang Barat Laut, Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) nyaris putus akibat diguyur hujan deras sejak dua hari terkahir.

Baca Juga:

Akibatnya, siswa SMP Negeri 1 Manubelon dan SMA Negeri 1 Manubelon yang pergi dan pulang dari sekolah harus melalui jembatan itu kesulitan mengikuti kegiatan belajar mengajar (KBM).

“Ia benar sudah hampir putus, akibat dua hari ini hujan turun terus menerus. Dampaknya anak sekolah SMP dan SMA disini tidak bisa ke sekolah,” kata Camat Amfoang Barat Daya, Yesua To, Sabtu (4/2/2023).

Menurutnya, selain itu warga yang tinggal di Dusun 03 Oelamopu, Desa Manubelon tidak bisa bepergian, karena jembatan Kapsali merupakan penghubung utama dari arah Kota Kupang, Kabupaten Kupang menuju wilayah Amfoang Barat Laut, Amfoang Utara, dan Amfoang Timur.

Baca: Kapolres Kupang Fasilitasi Pengusaha Gotong Royong Perbaiki Infrastruktur Jalan Jembatan Rusak Pasca Banjir

“Ini warga di sejumlah Kecamatan di wilayah Amfoang tidak bisa lewat, prihatin sekali dengan anak-anak sekolah,” ujarnya.

Yesua telah menyampaikan informasi putusnya jembatan kepada seluruh Kepala Desa dan masyarakat setempat untuk tetap waspada. Sedangkan pihaknya tetap siaga dan memantau situasi yang terjadi.

“Kami dari pihak kecamatan sudah imbau, tentu secara umum kami sampaikan kepada pemerintah desa dan masyarakat. Berdasarkan informasi update perkiraan cuaca dari BMKG terkait intensitas curah hujan, agar masyarakat tetap waspada dan kami pemerintah selalu siaga memantau situasi yang terjadi,” kata Yesua To.

Salah satu mahasiswa asal Amfoang Barat Laut bernama Gad Manoh meminta pemerintah Kabupaten Kupang maupun Provinsi NTT, untuk segera memperbaiki jembatan tersebut, yang selama ini sebagai penghubung utama jalur pantura.

Apabila dibiarkan tanpa ada perhatian serius maka akan memperhambat akses ekonomi masyarakat Amfoang, bukan saja itu, mahasiswa juga pasti kesulitan kiriman uang regis dan bekal dari orang tua, karena tidak ada akses transportasi.

“Tidak ada alasan lagi, pemerintah Kabupaten dan Provinsi harus segera atasi dengan membangun jembatan karena itu penghubung utama. Kalau dibiarkan maka akses ekonomi masyarakat juga terhambat. Apalagi kami mahasiswa yang tinggal di Kota Kupang juga alami kesulitan kiriman uang dan bekal,” tutup Gad Manoh.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami diĀ Google News

Dua Hari Dihantam Hujan, Jembatan di Kabupaten Kupang Nyaris Putus

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
Berita Terkait
Kompolnas ke NTT Bahas Kesiapan Pilkada 2024 dan Klarifikasi Keluhan Masyarakat

Kompolnas ke NTT Bahas Kesiapan Pilkada 2024 dan Klarifikasi Keluhan Masyarakat

Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Rote Ndao Dijebloskan dalam Tahanan

Pelaku Pencabulan Anak Dibawah Umur di Rote Ndao Dijebloskan dalam Tahanan

Dimarahi karena Nekat Bawa Perempuan Lain ke Rumah, Pria di Flores Timur Malah Aniaya Istri

Dimarahi karena Nekat Bawa Perempuan Lain ke Rumah, Pria di Flores Timur Malah Aniaya Istri

Ribuan Guru PPPK di NTT Terima SK

Ribuan Guru PPPK di NTT Terima SK

Pulang Pesta Nikah, Sejumlah Pemuda di Sumba Tengah Dilempari Batu dan Tiga Sepeda Motor Dibakar

Pulang Pesta Nikah, Sejumlah Pemuda di Sumba Tengah Dilempari Batu dan Tiga Sepeda Motor Dibakar

Korban Penganiayaan Berat dan Pengeroyokan di Alor Saling Lapor

Korban Penganiayaan Berat dan Pengeroyokan di Alor Saling Lapor

Komentar
Berita Terbaru