DPRD Ultimatum Terkait Pupuk Langka di Tapsel: Sepekan Harus Tuntas

Rabu, 24 November 2021 06:02
istimewa
DPRD Ultimatum Terkait Pupuk Langka di Tapsel: Sepekan Harus Tuntas

digtara.com – Kelangkaan pupuk di Tapanuli Selatan (Tapsel) diminta untuk segera diatasi. Hal ini diungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar DPRD Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) bersama pihak terkait dan distributor. DPRD Ultimatum Pupuk Langka

Pimpinan Sidang, Andesmar Siregar, mengungkapkan, memberi waktu sepekan kepada pihak distributor, dinas pertanian dan penyuluh lapangan. Masalah tersebut, lanjutnya, harus segera diselesaikan secepatnya karena kebutuhan petani.

“Kita sudah mendengar keterangan semua pihak dari berbagai segi permasalahan termasuk yang diutarakan Dinas dan distributor. Intinya kita minta sepekan ini harus tuntas itu, jangan lagi ada keluhan petani terkait pupuk. Kebutuhan dasar petani itu harus tuntas dulu, baru nanti kita lanjut pansus,” katanya, Selasa (23/11/2021).

Baca: Penyerahan Asset Tapsel ke Pemko Padangsidimpuan Terkesan Ditutup-Tutupi, Ada Apa?

Menjawab pertanyaan pihak dewan, Perwakilan PT Pertani (persero), Hari Sutanto mengakui masih ada sisa alokasi pupuk urea subsidi tahun 2021 sebanyak 959 ton lebih lagi. Jumlah itu setara 38,93 persen untuk siap sedia didistribusikan ke petani melalui pengecer (kios). Itu di gudang distributor PT. Pertani.

“Belum semua tersalurkan, masih ada sisa kuota 38,9 persen belum tersalurkan kepada kelompok tani melalui pengecer di Tapsel,” kata Hari Sutanto.

Baca: Harga Pupuk Melambung, Bupati Tapsel Dinilai Gagal Stabilkan Harga

Sementara itu, Ok Hazmi Usman Siregar, anggota DPRD dari Partai PPP mendesak pimpinan sidang untuk segera membentuk pansus. Tujuannya agar bisa menjangkau 1.432 Kelompok Tani dan 185 kios di 15 Kecamatan.

“Saya tidak ingin rapat ini membawa data yang tak jelas, saya ingin bentuk saja pansus biar bisa kita turun langsung dan melihat fakta lapangan secara bersama-sama,” tegasnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait