DMI Minta Pengurus Masjid di Zona Merah Tak Paksakan Salat Id Berjemaah

Minggu, 17 Mei 2020 11:15
Internet
Ilustrasi: Salat

digtara.com – Dewan Masjid Indonesia (DMI) meminta pengurus masjid di zona merah penyebaran virus Korona tak memaksakan diri menggelar salat Idul Fitri (Id) berjemaah. Para pengurus masjid diminta mengikuti anjuran dari pemerintah dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).

“Kita perlu waspada kepada BKM, pengurus masjid jangan memaksakan diri. Apa yang sudah disampaikan Majelis Ulama Indonesia, pemerintah setempat, Pak Gubernur, dan kita Dewan Masjid itu tidak ada pertentangan, semua sama. Mengimbau kepada masyarakat, marilah kita ikuti aturan main ini. Ini semua demi kepentingan umat agar tidak menyebar ke semua orang. Kalau zona merah kita ketat, jangan dulu,” kata Ketua DMI Sumut, Irhamudin Siregar seperti dilansir Detikcom, Minggu (17/5/2020).

Menurut Irhamudin, wilayah di luar zona merah bisa saja menggelar salat Id di masjid. Namun dia meminta seluruh jemaah nantinya menggunakan masker dan membawa sajadah sendiri demi mengantisipasi penyebaran virus Corona.

“Selain itu ya diharapkan nanti kalau salat masing-masing menjaga diri, memakai masker. Masker itu jangan ditinggalkan. Kalau anak dibawa, diharapkan memakai masker seluruhnya. MUI kan sudah keluarkan fatwa,” tuturnya.

 

FATWA MUI

Sementara itu, MUI telah menerbitkan fatwa mengenai panduan salat Idul Fitri saat pandemi virus korona. Salat Id bisa dilakukan berjemaah atau sendiri-sendiri (munfarid).

“Fatwa ini agar dapat dijadikan pedoman untuk pelaksanaan ibadah saat Idul Fitri dalam rangka mewujudkan ketaatan pada Allah, tetapi pada saat yang sama tetap menjaga kesehatan dan berkontribusi dalam memutus mata rantai penularan COVID-19,” kata Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni’am Sholeh.

Fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020 tentang Panduan Kaifiat Takbir dan Salat Idul Fitri saat Pandemi COVID-19 diambil lewat sidang secara daring, diikuti 41 anggota dan pimpinan Komisi Fatwa MUI. Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi Fatwa MUI H Hasanuddin AF dan Sekretaris Asrorun.

Di Sumatera Utara, hingga Sabtu, 16 Mei 2020, terdapat 202 kasus positif Corona di Sumut. Dari jumlah tersebut, 53 orang di antaranya sembuh dan 24 orang meninggal dunia. Selain itu, ada 200 orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang masih di rawat di Sumut.

Gugus Tugas COVID-19 Sumut juga mengeluarkan peta sebaran positif Corona di Sumut dan membaginya dalam tiga zona, yakni hijau, kuning, dan merah. Zona hijau merupakan wilayah nihil kasus positif Corona, zona kuning adalah wilayah dengan positif Corona 0-5 kasus, dan zona merah artinya terdapat lebih dari 5 kasus Corona di wilayah itu.

[AS]

 

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Berita Terkait