Dibantu Kabaharkam Polri, Keluarga Pengamen Buta di Medan Ucap Syukur

  • Whatsapp
Dibantu Kabaharkam Polri, Keluarga Pengamen Buta di Medan Ucap Syukur
Dibantu Kabaharkam Polri, Keluarga Pengamen Buta di Medan Ucap Syukur (istimewa)

digtara.com – Hazairisyah (56) dan Mardiah (54) beserta keempat anak dan 3 cucunya tak pernah menyangka akan mendapatkan bantuan dan bertatap muka virtual (video call) menggunakan aplikasi WhatsApp dengan Kabaharkam Polri Komjen Pol Agus Andrianto. Keluarga Pengamen Buta di Medan Ucap Syukur

Dalam obrolan itu, Hazairisyah menceritakan kehidupannya pada mantan Kapolda Sumut tersebut, Sabtu, (17/10/2020).

Hazaisyah yang biasa disapa Pian, mengalami kebutaan sejak berusia 2,5 tahun karena menderita penyakit campak.

Muat Lebih

Untuk menghidupi kebutuhan keluarga, Pian bekerja sebagai pengamen jalanan ditemani kedua anak perempuannya.

Lokasi ngamen yang didatangi juga tak jauh dari rumahnya, yakni jalan Pemuda, Kesawan, Pandu dan Sisingamangaraja.

“Ya alhamdulillah pak, penghasilan bisa untuk menghidupi keluarga. Saya hanya dapat bersyukur,” kata Pian.

Baca: Hari Pangan Sedunia, Kabaharkam Polri Sebut Ketahanan Pangan untuk Indonesia Maju

Pria tangguh yang tinggal di jalan Mahkamah, dekat rel, Medan Maimon, Kota Medan, mengaku sebelum pandemi covid-19 setiap harinya mendapat penghasilan Rp100 ribu.

“Sekarang ya bisa 50 sampai 70 ribu. Dan kalau hujan ya tidak ngamen. Saya ngamen dari jam 8 malam sampai pukul 10 malam. Berapa pun dapatnya ya di syukuri,” ucapnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar