Bupati Humbahas Lawan Putusan Hakim PTUN Terkait Mutasi Guru

Sabtu, 02 Oktober 2021 09:49
(Foto : Jumpa P Manullang)
Teks foto : - Dosmar Banjarnahor, Bupati Humbang Hasundutan.

digtara.com – Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor tidak terima dengan kekalahan atas gugatan perdata, seorang guru Bahasa Indonesia berusia 58 tahun. Ia pun mengajukan banding atas putusan majelis hakim di PTUN Medan.

Sebelumnya, guru PNS Dorhanan Lumbantoruan menggugat ke PTUN Medan, perihal mutasi dirinya dari SMP Negeri Baktiraja ke tempat baru SMP Negeri 2 Pakkat. Perpindahan itu dirasa tidak wajar karena karena lokasinya lebih dari 70 kilometer dari tempat mengajar sebelumnya dan menyulitkan fisiknya jelang masa pensiun.

Kuasa Hukum penggugat, Jupriyanto Purba SH menginformasikan pengajuan banding itu telah dimasukkan Dosmar Banjarnahor pada Kamis 30 September 2021 di PTUN Medan.

“Kita memantau dia (Dosmar Banjarnahor) sudah resmi ajukan banding dengan mengisi form pengajuan banding atas amar PTUN yang menyatakan mengabulkan gugatan klien kita, ” kata Jupriyanto Purba dihubungi Jumat, 1 Oktober 2021 malam.

Menurut Advokat dari Kantor Hukum Law Office Nemesio & Associate Jakarta itu bahwa memori banding yang diajukan Dosmar selaku kepala daerah tidak memiliki alasan hukum yang kuat lagi atas fakta di persidangan PTUN Medan.

“Karena Dosmar selaku tergugat sudah mengakui sendiri kelemahan SK mutasi klien saya bernama Dorhanan Lumbantoruan yang ditandatangani dia sendiri pada SK pertama, ” kata Jupriyanto.

Jupriyanto mengatakan saat pemeriksaan jawaban tergugat Dosmar Banjarnahor pun, jelas mengungkap bahwa SK Mutasi Nomor : 824/454/bkd/2021 tanggal 5 Maret 2021 yang ditandatangani Dosmar sendiri dinyatakan tidak berlaku lagi.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait