BPODT Salurkan Dana Kerohiman Lahan Zona Otorita

  • Whatsapp
Pembangunan Infrastruktur Berlanjut, BPODT Salurkan Dana Kerohiman Lahan Zona Otorita
BPODT Salurkan Dana Kerohiman Lahan Zona Otorita.

digtara.com – Pemerintah Indonesia menyalurkan dana satunan atau uang kerohiman sebesar Rp 26,1 miliar bagi 204 orang, yang selama ini mengelola lahan dengan ‎bercocok tanam di atas zona otorita dengan luas lahan 279 hektar di Desa Pardamean Sibisa Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba, Sumatera Utara. Lahan ini, akan dibangun Toba Caldera Resort dan fasilitas pariwisata berstandar internasional. Pembangunan Infrastruktur Berlanjut, BPODT Salurkan Dana Kerohiman Lahan Zona Otorita

Acara penyaluran dana kerohiman digelar di Kantor Bupati Toba, dihadiri oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia,  Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio lewat teleconference. Penyaluran santunan langsung dilakukan oleh Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT).

‎Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo menjelaskan bahwa lahan itu, berstatus hutan milik negara. Sehingga Pemerintah Indonesia beri’tikad baik dengan memberikan santunan dana atau uang kerohiman sebagai pengganti tanaman yang selama ini menjadi sumber ekonomi masyarakat.

Bacaan Lainnya

“Yang kita bicarakan lahan zona otorita luasnya adalah 386,72 hektare. Totalnya yang sudah bersertifikat 279 hektare. Yang hari ini diserahkan dana kerohiman atau uang santunannya,” ungkap Arie dalam keterangan tertulisanya, Sabtu 7 Juli 2020.

Arie menjelaskan ‎filosofi uang santunan ini adalah bukan ganti rugi lahan. Tetapi, itikad baik pemerintah supaya perekonomian masyarakat tetap stabil. Karena, di lahan tersebut masyarakat menanam kopi, nangka dan jenis tanaman yang lainnya.

“Sudah diterbitkan SK-nya oleh Bupati secara independen dan badan otoritas tugasnya menyiapkan anggaran untuk pembayaran itu. Jadi semua akuntabilitasnya sudah dilakukan dan ada Perpresnya di perpres nomor 62 tahun 2018 sehingga ini yang kita jalankan. Memang prosesnya sedikit agak lambat,” jelas Arie.

Arie mengungkapkan ‎lahan itu dihitung karena di atasnya ada 255 petak lahan yang dikelola 204 orang. Ia mengatakan dana santunan ini, dibayarkan secara bertahap. Sementara baru tahap pertama  279 hektar dan nanti ada lahan tahap dua sisanya 107,72 hektare.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan