Bidik Kasus BLBI, KPK Susun Strategi Jerat Sjamsul Nursalim dan Istri

Rabu, 12 Desember 2018 11:31
Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang (kanan)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan masih terus mengusut kasus korupsi penerbitan SKL BLBI. KPK saat ini tengah menyiapkan strategi untuk menjerat pihak lain yang terlibat dalam kasus BLBI.

Pihak yang dijerat seperti pemegang saham Bank Dagang Nasional Indonesia (DNI) Sjamsul Nursalim dan istrinya, Itjih Nursalim.

Nama pasangan suami istri itu disebut turut bersama-sama mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN), Syafruddin Arsyad Temenggung dalam kasus korupsi yang merugikan keuangan negara hingga Rp4,58 triliun.

Sjamsul dan Itjih bahkan telah berulang kali mangkir dari panggilan penyidik. Pasutri yang kini sudah menetap di Singapura itu pun tak pernah memenuhi panggilan KPK untuk dimintai keterangan penyelidikan baru pasca-putusan terhadap Syafruddin.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menegaskan, kasus tersebut terus berjalan. Meski demikian, Saut belum mau mengungkap secara rinci strategi KPK dalam menjerat Sjamsul dan Itjih yang masih berada di luar negeri.

“Lagi jalan, lagi jalan. Yang berada di luar (negeri) ini lagi jalan. Kita mau coba,” kata Saut ditanyai awak media di Jakarta.

Saut tak menyangkal adanya strategi baru yang akan digunakan KPK untuk memeriksa Sjamsul Nursalim dan Itjih. Salah satu strategi tersebut yakni kerjasama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura.

“(Kerjasama dengan KBRI di Singapura) itu termasuk di antara bagian kecil saja. (Mutual Legal Assistance dengan Singapura) saya pikir belum sampai sana, tapi sebenarnya kita mau coba bagaimana kita bisa bicara atau kepada pihak-pihak yang bisa kita panggil untuk diajak bicara,” ujarnya.

Saut enggan bicara lebih jauh soal teknis pemeriksaan Sjamsul Nursalim dan Istrinya di Singapura. Yang pasti, Saut menekankan, KPK dapat berkoordinasi dengan otoritas Singapura untuk dapat memeriksa Sjamsul Nursalim.

“Itu soal teknis. Apakah di sana (Singapura), atau panggil. Yang pasti kami koordinasi dengan otoritas setempat. Kami akan ketemu dengan otoritas setempat. Kami terus upayakan,” imbuhnya.[viva]

Berita Terkait