Biaya Peminangan hingga Denda Adat Jadi Perhitungan Gugatan Wanita Batal Nikah di Kupang

Rabu, 22 Juni 2022 16:19
Ilustrasi.

digtara.com – Windy Ekaputri Data (27) warga Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggugat pacarnya Carlos Daud Hendrik (28) sebesar Rp 1,4 miliar. Biaya Peminangan Denda Adat

Melalui kuasa hukumnya, ia telah memasukan semua petitum gugat atau kesimpulan gugatan di Pengadilan Negeri Kupang.

Kuasa hukum Windy, Jeremia Alexander Wewo, meminta majelis hakim Pengadilan Negeri Kupang agar mengabulkan seluruh isi petitum yang diajukan sebagai gugatan.

Baca: Batal Nikah dengan Ridho Ilahi, Dinar Candy: Aku Takut Dicerai

Isi petitum yang diajukan pihaknya kata Jeremia, yakni perbuatan tergugat (Carlos) yang tidak memenuhi janji menikahi penggugat (Windy) merupakan perbuatan melawan hukum karena telah melanggar dan bertentangan dengan hukum, adat, norma kesopanan, kesusilaan, dan kepatutan.

“Menurut hukum bahwa oleh karena tergugat telah melakukan perbuatan melawan hukum kepada penggugat, maka tergugat harus membayar kembali kepada penggugat segala biaya yang telah dikeluarkan atau timbul sebagai akibat dari perbuatan melawan hukum yang telah dilakukan oleh tergugat,” ujar Jeremia, kepada wartawan, Rabu (22/6/2022).

Baca: Perempuan di Kupang Gugat Mantan Pacar Rp 1 Miliar Gara-gara Batal Dinikahi

Isi petitum selanjutnya kata Jeremia, yakni menghukum tergugat untuk membayar biaya kerugian materil pada pertemuan keluarga I, pertemuan keluarga II, pertemuan keluarga III, dan biaya peminangan seluruhnya sejumlah Rp 52 juta secara tunai dan seketika kepada penggugat.

Menghukum tergugat untuk membayar biaya melahirkan anak hasil hubungan penggugat dan tergugat sebesar Rp 25 juta.

Biaya pemeliharaan anak, sejak tergugat meninggalkan anak, biaya sekolah anak mulai dari Taman Kanak-Kanak (TK) sampai dengan jenjang perguruan tinggi seluruhnya diperhitungkan sebesar Rp 425 juta secara tunai dan seketika kepada penggugat.

Selanjutnya, menghukum tergugat untuk membayar biaya kerugian moral, karena telah jatuhnya kehormatan dan harga diri penggugat yang dalam perkawinan adat Rote, disebut dengan Na Olu Wan Feto sebesar Rp 525 juta, yang harus dibayarkan secara tunai dan seketika kepada penggugat.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait