Beri Kuliah Umum di Unhan, Kapolda NTT Beberkan Upaya Polri Atasi Masalah di Batas Negara

Jumat, 19 November 2021 10:30
ist
Kapolda NTT Irjen Pol Lotharia Latif menyampaikan kuliah umum di Unhan

digtara.com – Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH MHum memberikan kuliah umum bagi mahasiswa Universitas Pertahanan (Unhan) di Desa Fatuketi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Kamis (18/11/2021).

Kuliah umum yang disampaikan Kapolda ini juga dihadiri oleh Dekan Fakultas Vokasi Unhan Brigjen TNI Agus Winarna, SIP MSi MTr (Han), Dirintelkam Polda NTT, Dirresnarkoba Polda NTT, Ka SPN Polda NTT, Kabidkum Polda NTT, Kabidpropam Polda NTT, Kapolres Belu, Kapolres TTU, Kapolres Malaka serta 50 Mahasiswa angkatan pertama program Vokasi (D3) UNHAN dan 125 mahasiswa mengikuti via zoom meeting dari markas Batalyon Raider Sus 744/SYB di Tobir, Desa Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Terkait wilayah batas negara serta kerawanannya, Kapolda NTT mengatakan bahwa ada tiga PLBN Wilayah NTT yakni PLBN Motaain, Motamasin dan Wini.

“Ketiga PLBN ini telah kita perkuat dengan menempatkan personel Polres setempat dan Brimob untuk memperkuat TNI, Imigrasi dan Bea cukai. Dimana kerawanannya meliputi pelintas batas ilegal, penyelundupan narkoba dan kendaraan bermotor, BBM, sembako dan pencurian ternak,” ungkapnya.

Kegiatan di pintu perbatasan di PLBN Mota’ain tetap melakukan pelayanan bagi pelintas pada setiap hari mulai dari pukul 08.00 hingga pukul 16.00 Wita.

Sementara pelayanan pelintas darat melalui PLBN Wini (RI) dan Pos Batas Negara Sekato Distrik Oecuse (RDTL) diberlakukan seminggu dua kali yaitu pada setiap hari Senin dan Rabu dari jam 08.00 wita sampai dengan jam 12.00 wita.

Sedangkan pelayanan pelintas yang emergency tetap dilayani setiap hari. Kegiatan perlintasan di PLBN Motamasin sementara hanya diberlakukan kepada WNA bekerja pada tempat pengeboran minyak di Distrik Suai.

Kapolda mengungkapkan persoalan di perbatasan antara lain, pelintas batas ilegal masih sering terjadi karena adanya hubungan secara adat istiadat maupun kawin mawin antara warga Indonesia dengan Timor Leste.

“Kesamaan adat istiadat memicu saling mengunjungi pada saat acara ritual adat,” ujar Kapolda NTT.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait