Bergejala Berat Covid-19 Menurun & BOR 29,8 Persen, Pemkab Deliserdang Urung Dirikan Lokasi Isoter

Minggu, 05 September 2021 17:59
istimewa
Humas Satgas Covid-19 Kabupaten Deliserdang, Miska Gewasari.

digtara.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Deliserdang, Sumatera Utara (Sumut), sepertinya batal mendirikan atau membangun lokasi isolasi terpusat (Isoter) bagi warga yang terkonfirmasi positif Covid-19. Deliserdang Urung Dirikan Isoter

Itu dikarenakan kian menurunnya warga bergejala berat. Penegasan ini disampaikan Humas atau Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Deliserdang, Miska Gewasari dikonfirmasi, Minggu (5/9/2021).

“Isolasi terpusat/terpadu hanya akan dibuka jika keterpakaian tempat tidur di rumah sakit (BOR) sudah sangat tinggi, sehingga tak bisa menampung pasien terpapar Covid. Untuk saat ini, Alhamdulillah meski angka konfirmasi baru kita masif fluktuatif di atas 100, namun yang bergejala berat menurun,” paparnya.

Sedangkan untuk keterpakaian atau keterisian tempat tidur di rumah sakit di angka 29,8 persen.

Baca: Resmikan Ruangan ICU Khusus Covid-19, Wali Kota Medan: RS Pirngadi Berikan Pelayanan yang Terbaik

“Tambahan info, keterpakaian tempat tidur RS (BOR) = 29,8 persen. Sehingga, masih belum perlu mendirikan lokasi isolasi terpusat,” ujarnya.

Sebelumnya, kata Miska yang juga Kepala Dinas (Kadis) Komunikasi dan Informatika (Infokom) Deliserdang ini, memang Pemkab Deliserdang sempat berencana mendirikan lokasi Isoter bagi warga terpapar Covid-19. Lokasi yang dipilih adalah Rumah Perlindungan Sosial (RPS).

“Benar, rencana awal memang RPS akan dijadikan lokasi isolasi terpusat,” ucapnya.

Baca: Update Covid-19 Nasional Jumat 3 September: Positif 7.797, Sembuh 15.544, Meninggal 574

Perlu diketahui, setidaknya Kota Medan, yang sejauh ini masih menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4, karena masih banyaknya warga terkonfirmasi, sudah sejak beberapa waktu lalu sudah mendirikan lokasi isolasi terpusat di beberapa titik.

Ini dilakukan karena Kota Medan juga masuk dalam zona merah penyebaran Covid-19.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait