Minggu, 26 Mei 2024

Bendahara BPBD Kabupaten Flores Timur Masuk DPO Gara-gara Mangkir Panggilan Kejari

Imanuel Lodja - Jumat, 30 September 2022 14:39 WIB
Bendahara BPBD Kabupaten Flores Timur Masuk DPO Gara-gara Mangkir Panggilan Kejari

digtara.com – Satu tersangka kasus korupsi dana penanganan covid-19, yang merupakan mantan bendahara pengeluaran di Kantor Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur yakni, PLT alias Petronela masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejaksaan Negeri Larantuka.

Baca Juga:

Penyebabnya, Petronela sudah tiga kali mangkir dari panggilan untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, oleh penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Larantuka.

“Akan ditetapkan dan dimasukan dalam daftar pencarian orang,” kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Larantuka, Cornelis Oematan, Jumat (30/9/2022).

Baca: Aniaya Pemuda Mabuk, Lima Warga Flores Timur Diamankan Polisi

Menurut Cornelis Oematan, alasan tersangka PLT akan dimasukan dalam DPO karena sudah tiga kali mangkir dari panggilan, untuk menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Kejari Larantuka.

Dia menjelaskan panggilan pertama oleh penyidik pada tanggal 22 September 2022.

Saat itu tersangka PLT tidak hadir, sehingga dilayangkan lagi panggilan kedua untuk hadir pada Senin 26 September 2022.

Terakhir panggilan yang dilayangkan pada Senin 26 September 2022, agar PLT hadir pada Kamis (29/9/2022) juga tidak memenuhi panggilan tanpa pemberitahuan sama sekali kepada penyidik.

“Jadi kami panggilan (pertama) kepada tersangka (PLT alias Petronela) itu rencana awal tanggal 22 September yang bersangkutan tidak hadir, kemudian kami terbitkan lagi panggilan kedua hari Kamis itu untuk hadir hari Senin (26/9/2022) tidak ada juga, jadi panggilan ketiga kita buat hari Senin kemarin kami panggil lagi untuk hadir hari Kamis (29/9/2022) ,” jelas Cornelis Oematan.

Disampaikan Cornelis, proses pemanggilan terhadap tersangka PLT telah dilakukan sesuai KUHAP dan telah dilakukan secara patut.

Karena sudah tiga kali mangkir dari panggilan, sehingga saat ini sedang diproses tersangka PLT masuk dalam DPO Kejaksaan Negeri Larantuka.

“Jadi proses (memasukan tersangka PLT DPO) itu harus sesuai SOP yang ada di kejaksaan sehingga kami masih melalui proses itu,” ujarnya.

Cornelis menambahkan, PLT alias Petronela Leten yang akan dimasukan dalam DPO adalah mantan bendahara pengeluaran di BPBD Kabupaten Flores Timur.

Pada 15 September 2022 lalu, Penyidik Kejaksaan Negeri Larantuka, telah menetapkan tiga pejabat di Kabupaten Flores sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi dana penanganan covid-19 tahun anggaran 2020.

Ketiga pejabat itu antara lain, Sekretaris Daerah Flores Timur, PIG alias Paulus Igo Geroda, Kepala Pelaksana BPBD Flores Timur, AHB alias Alfons Betandan Bendahara BPBD yakni PLT alias Petronela Betan.

Dari ketiga tersangka tersebut, dua diantaranya yakni Alfons Betan dan Paulus Igo Geroda telah lebih dahulu ditahan oleh penyidik Kejari Larantuka.

Alfons Betan ditahan sejak 15 September 2022, sedangkan Paulus Igo Geroda ditahan sejak 22 September 2022 lalu.

Ketiga pejabat di Pemda Flores Timur tersebut, diduga menyelewengkan uang negara dalam pengelolaan dana belanja tidak terduga Tahun Anggaran 2020 untuk percepatan penanganan Covid-19 sebesar Rp 6.482.519.650 yang mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp 1.569.264.435.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News

Bendahara BPBD Kabupaten Flores Timur Jadi DPO Gara-gara Mangkir Panggilan Kejari

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
NTT
Berita Terkait
Mabuk Miras dan Selisih Paham, Kakak Bacok Adik dengan Parang

Mabuk Miras dan Selisih Paham, Kakak Bacok Adik dengan Parang

Hendak Bakar Rumah Pasca Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya, ODGJ di Kabupaten TTS Diamankan Polisi

Hendak Bakar Rumah Pasca Aniaya Ayah dan Bunuh Kakeknya, ODGJ di Kabupaten TTS Diamankan Polisi

ODGJ di Kabupaten TTS Aniaya Ayah dan Bunuh Kakek Kandungnya

ODGJ di Kabupaten TTS Aniaya Ayah dan Bunuh Kakek Kandungnya

Berkas Perkara Kasus Mutilasi Bayi oleh Ibu Kandung di Kabupaten TTU Dinyatakan P21

Berkas Perkara Kasus Mutilasi Bayi oleh Ibu Kandung di Kabupaten TTU Dinyatakan P21

Dijuluki 'Jenderal Kopi', Wadir Intelkam Polda NTT Dedikasikan Penghargaan dari KADIN NTT untuk Seluruh Pecinta Kopi

Dijuluki 'Jenderal Kopi', Wadir Intelkam Polda NTT Dedikasikan Penghargaan dari KADIN NTT untuk Seluruh Pecinta Kopi

Tim Resmob Polres Sumba Timur Grebek Pelaku Curanmor di Tempat Persembunyian

Tim Resmob Polres Sumba Timur Grebek Pelaku Curanmor di Tempat Persembunyian

Komentar
Berita Terbaru