Anggota Di-PTDH dan Ajukan PTUN, Begini Pesan Kapolda NTT

Rabu, 24 November 2021 20:14
ist
Daftar dosa Bripda Johanes kembali diungkap setelah gugat Kapolda NTT ke PTUN

digtara.com – Sejumlah anggota kepolisian di Polda NTT yang sudah dipecat dan dilakukan Pemberhentian Tidak Dengan Hormat (PTDH) melakukan ‘perlawanan’.

Mereka melakukan upaya hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) dan menggugat keputusan Kapolda NTT tersebut.

Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH M.Hum pun prihatin dengan tindakan bekas anggotanya ini.

Baca: Terungkap! Daftar Dosa Bripda Johanes yang Gugat Kapolda NTT Setelah Dipecat

“Polri tidak pernah memaksa kita untuk menjadi anggota Polri. Kita semua secara sadar ingin berbakti dan memilih profesi sebagai polisi dalam hidup kita untuk sepenuhnya melayani dan melindungi masyarakat,” tegas Kapolda NTT, Rabu (24/11/2021).

Kapolda NTT juga mengingatkan anggota Polri agar mengikuti aturan serta menjadi contoh bagi masyarakat.

Baca: Kapolda NTT Instruksikan Jaga Kamtibmas Jelang Nataru

“Kalau tidak bisa ikuti aturan jangan jadi anggota Polri. Polisi diharapkan menjadi contoh bagi masyarakat, sehingga penting bagi anggota Polri untuk menaati kode etik dan aturan yang sudah ditetapkan. Namun jika ada polisi terduga melakukan pelanggaran, maka akan ada prosedur yang harus mereka jalani hingga mendapat sanksi yang sepadan. Salah satu sanksi tersebut adalah PTDH,” ujar Kapolda NTT.

Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH M.Hum menegaskan pihaknya siap menghadapi proses hukum di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) yang diajukan pecatan anggota Polri, Johanes Imanuel Nenosono (bekas anggota Polres TTS) dan Petrus Kopong Eban Atakelan (bekas anggota Polres Lembata).

Laman: 1 2 3 4

Berita Terkait