Ancam Patahkan Jari Wartawan dan Diduga Lecehkan Polisi, Warga Binjai Dilaporkan ke Polres Langkat

Rabu, 12 Oktober 2022 10:05
ist
Ancam Patahkan Jari Wartawan dan Diduga Lecehkan Polisi, Warga Binjai Dilaporkan ke Polres Langkat

digtara.com – BO, warga Jalan Perjuangan, Gang Bengkok Nangka, Kecamatan Binjai Utara, Kota Binjai harus berhadapan dengan hukum untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pasalnya, selain mengaku Ibunya seorang jaksa, pria tersebut juga mengancam akan mematahkan jari dan menyiksa salah seorang wartawan media online melalui aplikasi WhatsApp. Bahkan BO terkesan melecehkan kinerja institusi Polri.

Pria yang sumbar dan mengaku memiliki banyak uang serta bisa mengatur aparat penegak hukum ini akhirnya dilaporkan ke Polres Langkat, pada Selasa (11/10/22), sekira Jam 22.30 WIB.

Baca: Kekerasan Terhadap Wartawan Masih Mewarnai Pers Indonesia

Diketahui korban pengancaman penganiayaan itu bernama Alwi Alfala (20) warga Lingkungan I, Kelurahan Bingai, Kecamatan Wampu, Kabupaten Langkat.

Saat dikonfirmasi, tim Penasihat Hukum DPK (PJMI) (Perkumpulan Jurnalis Mediasaiber Indonesia) Kabupaten Langkat, Harianto Ginting SH, Rabu (12/10/22) membenarkan kalau dirinya mendampingi kliennya untuk melaporkan BO atas ancamannya kepada korban.

Harianto menjelaskan, bahwa selaku pelapor sekaligus wartawan anggota DPK PJMI Kabupaten Langkat, dirinya siap terus mengawal kasus ini dan laporan ke Unit III Tipidter Polres Langkat sudah dilakukan dengan bukti laporan Nomor : STPLP/B/1005/X/2022/SPKT/Polres Langkat/Polda Sumut Tertanggal 11 Oktober 2022.

“Terlapor diduga telah melakukan pengancaman penganiayaan dan menghina aparat penegak hukum, yakni institusi Kepolisian RI. Kita tidak ingin terlalu gampang kali mengancam atau bernada intimidasi terhadap profesi wartawan, apalagi mengandalkan uang menghina institusi penegak hukum, khususnya Polri,” pungkas Harianto.

Lanjut Harianto, bahwa yang menarik dalam kasus ini ada penghinaan institusi Polri itu ada yang tertulis dan sudah di screenshot melalui WhatsApp dan diucapkan melalui Voice Note (rekaman suara).

Harianto juga menjelaskan kronologis pengancaman terhadap pelapor rekan wartawan Alwi diduga karena terlapor tidak terima pamannya dilaporkan ke Polres Binjai dalam kasus KDRT dan sempat menangkap dan menahan pamannya selaku pelaku KDRT.

Diduga, dari situlah terlapor tidak terima karena pelapor mendampingi istri paman terlapor membuat laporan KDRT di Polres Binjai pada Senin (12/7/21) lalu.

Laman: 1 2

Berita Terkait