Akui Pengadilan Adalah Wakil Tuhan, Randy Belum Bersikap Terkait Vonis Hukuman Mati Dirinya

Kamis, 25 Agustus 2022 14:19
dok
Randy tersangka tunggal kasus pembunuhan ibu dan anak di Kupang

digtara.com – Terpidana mati Randy Badjideh (31) Warga Jalan Kenanga, Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang masih belum bersikap terkait vonis majelis hakim.

Ia belum menempuh langkah hukum selanjutnya usai divonis mati Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kupang Rabu (24/8/2022).

“Saya belum bersikap (mengambil langkah hukum),” kata Beni Taopan, Penasehat Hukum Randy menirukan ucapan Randy Badjideh saat dihubungi, Kamis (25/8/2022).

Menurut Beni, tim penasehat hukum telah bertemu dengan Randi Badjideh di Rutan Kelas IIA Kupang Kamis (25/8/2022) pagi sekitar pukul 09.00 Wita.

Baca: Randy Badjideh Divonis Hukuman Mati, Keluarga Astri Gembira, PH Berikan Apresiasi

Dari hasil pembicaraan dengan Randy, bahwa kliennya itu masih belum mengambil sikap untuk mengambil upaya hukum selanjutnya.

Dikatakan Beni, kliennya saat ini pasrah dengan vonis mati yang dijatuhkan kepadanya. Karena menurut Randy pengadilan adalah wakil Tuhan.

Baca: Sekilas Peran Randy Badjideh, Terdakwa Pembunuhan Ibu dan Anak Yang Divonis Hukuman Mati

“Itu kan wakil Tuhan (pengadilan) kalau saya meninggal hari ini sama dengan besok,” kata Randi yang disampaikan Beni Taopan.

Disampaikan Beni bahwa Randy mengaku telah memberikan keterangan yang jujur selama persidangan. Tapi jika majelis hakim memutuskan hukuman mati Randi telah siap.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait