Afif: Banyak Kerugian APBD dari Iuran BPJS Kesehatan

Selasa, 25 Januari 2022 19:54
int
BPJS Kesehatan

digtara.com – Anggota Komisi 2 DPRD Kota Medan, Afif Abdillah mengungkapkan, banyak kerugian Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Medan dari iuran Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.

“Sekitar 50% penerima manfaat tidak lagi merupakan warga Medan.Dana ini harusnya bisa kita alihkan. Apalagi total sekitar 98 ribu lagi warga Medan yang belum tercover BPJS Kesehatan. Jika iuran bisa dialihkan, maka tinggal sedikit lagi menambah dananya. Sehingga kita bisa mencapai UHC (universal health covarage) secepatnya,” ujar Afif dalam Rapat Gabungan Komisi 1 dan Komisi 2 dengan BPJS Kesehatan, Dinkes, Dinsos, Tapem, BPKAD dan RSUD dr Pirngadi Medan, Senin (25/1/2022).

Afif memperkirakan dengan pendataan ini, hanya sekitar 10 ribu warga lagi yang  harus APBD tanggung iuran BPJS Kesehatannya.

“Jika terlaksana, tahun ini saya rasa sudah bisa kita rasakan UHC ini,” tambahnya.

Baca: DPRD Medan Rekomendasi Revisi Penerima Bantuan BPJS Kesehatan

Karenanya, agar menghemat anggaran dan menghindari kerugian, seluruh dinas terkait harus menyamakan data. “Jika ada yang meninggal, khususnya PBI BPJS Kesehatan, rumah sakit atau dinas kesehatan bisa berkoordinasi segera ke Dinas Dukcapil,” katanya.

Sehingga nantinya, saat warga Medan datang ke untuk berobat, bisa langsung di layani rumah sakit. Tidak ada lagi pasien yang di tolak rumah sakit.

Baca: Kapolres Kupang Kota Ingatkan Anggota Beri Pelayanan Terbaik bagi Masyarakat

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan Baginda P Siregar menjelaskan, untuk validasi data warga, dukcapil sudah menyiapkan ruangan khusus untuk sinkronisasi NIK.

“Ada 3 operator kita sediakan. Dan untuk validasi prosesnya 1×24 jam,” tuturnya.

Laman: 1 2

Berita Terkait