5.526 Warga Mengungsi, Pemkab Lembata Butuh Bantuan

  • Whatsapp
5.526 Warga Mengungsi, Pemkab Lembata Butuh Bantuan
5.526 Warga Mengungsi, Pemkab Lembata Butuh Bantuan (digtara.com/imanuel lodja)

digtara.com – Sebanyak 5.526 orang warga telah mengungsi di Kota Lewoleba, Kabupaten Lembata pasca erupsi gunung Ile Lewotolok, Minggu (29/11/2020) lalu. Pemkab Lembata Butuh Bantuan

Ribuan pengungsi ini ditampung pada 13 lokasi masing-masing halaman kantor bupati lama 514 orang, aula Angkara 169 orang, aula BKD 46 orang, los pasar Lamahora 112 orang.

Aula Lewoleba Tengah 286 orang, aula Lewoleba Barat 286 orang, aula Selandoro 1.015 orang, aula Lewoleba Timur 1.042 orang, aula Lewoleba Selatan 467 orang, aula Lewoleba Utara 105 orang, kelurahan Lewoleba 347 orang, Desa Tapulangu, Kecamatan Lebatukan 287 orang dan Parak Walang Ile Ape 456 orang.

Muat Lebih

Pemkab Lembata sendiri membutuhkan banyak bantuan terutama makanan dan bahan kebutuhan lainnya.

“Bahwa pemerintah Kabupaten Lembata membutuhkan bantuan dari semua pihak untuk memenuhi kebutuhan warga pengungsi baik berupa material maupun dukungan moril dan pelayanan kesehatan,” ujar bupati Lembata, Eliaser Yentji Sunur, ST, MT saat bertemu Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Lotharia Latif, SH, MHum dan Danrem161/Wirasakti Brigjen TNI Samuel Petrus Hehakaya dan Kabinda NTT, Brigjen TNI Adrianus Surio Agung Nugroho, S.Sos, M.Tr, Selasa (1/12/2020).

Baca: Lima Anak Hilang Pasca Erupsi Ile Lewotolok di Lembata Ditemukan di Pegunungan

Bupati menjelaskan bahwa seluruh tenaga outshorsing perawat yang sudah dirumahkan akan dipanggil kembali untuk membantu penanganan covid dan bencana erupsi gunung.

Sementara para pengungsi yang berada di posko Tapulangu akan dievakuasi ke Posko utama Kota Lewoleba.

Bupati juga mengharapkan agar Danlatamal VII Kupang membantu menyiapkan 1 buah sped AL guna memperlancar evakuasi pasca bencana erupsi.

Bupati juga berterima kasih kepada pimpinan TNI dan Polri atas kepedulian dan bantuan yang diberikan serta akan dicatat dan didata secara akurat untuk diberikan kepada pengungsi.

Baca: Erupsi Gunung Ile Lewotolok Tidak Berdampak ke Kabupaten Alor

Sekda Kabupaten Lembata, Paskalis Tapobali, MP, MT pada kesempatan tersebut menjelaskan bahwa Letusan Gunung Ile Lewotolok tercatat sejak tahun 1660 kemudian tahun 1819 dan 1849.

Pada tanggal 5 dan 6 Oktober 1852 terjadi letusan yang merusak daerah sekitarnya dan muncul kawah baru serta komplek solvatara disisi timur tenggara.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan