13 Tahun Sewa Tanah Wakaf Tak Dibayar, Pengurus dan Anak Yatim Panti Asuhan Gelar Demo

Selasa, 13 Juli 2021 16:48
ist
Pengurus dan anak yatim Yayasan Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah, ketika berdemo di lokasi yang menjadi aset yayasan di Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Sergai, Selasa (13/7/2021).

digtara.com – Puluhan pengurus dan anak yatim Yayasan Panti Asuhan Al Jamiyatul Washliyah Lubukpakam, menggelar aksi damai. Panti Asuhan Gelar Demo

Aksi digelar di lokasi tanah wakaf milik mereka di Dusun IV, Desa Kota Galuh, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), tepatnya di depan Polsek Perbaungan, Selasa siang (13/7/2021).

Dalam aksi yang dipimpin ketua yayasan, Hj Hulaimi Ilyas (71), mereka menuntut agar pihak-pihak yang selama ini menempati dan menyewa tanah wakaf seluas 47 hektare (Ha) milik mereka membayar uang sewanya.

Baca: Halaman Gedung DPR Bakal Dijadikan RS Darurat Covid-19, Baru Fraksi Demokrat yang Setuju

Karena, sudah 13 tahun lalu, atau sejak tahun 2008, ratusan kepala keluarga (KK) yang menyewa tanah wakaf tersebut tidak pernah membayar uang sewa lagi kepada yayasan.

Dalam aksi damai itu, sejumlah anak yatim membentangkan beberapa poster dan spanduk bertuliskan: “Pak Presiden, Tolong Bantu Kami. Kekuasaan Mau Mengambil Hak Kami Anak Yatim dan Negara Lindungi Kami”.

Baca: Karena Covid-19 Lagi, Artis dan Politikus Demokrat Jane Shalimar Meninggal Dunia

Kepada wartawan, Hj Hulaimi Ilyas mengatakan tanah seluas 47 Ha dikuasai oleh Yayasan Panti Asuhan Al-Jamiyatul Al-Washliyah Lubuk Pakam merupakan tanah wakaf dari alm Tengku Darwisyah, pada tahun 1948 silam.

Sejak diwakafkan, sudah ada puluhan kepala keluarga yang tinggal dan membayar uang sewa pada yayasan.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait