Jumat, 19 Juli 2024

11 Anak dari 2 Desa di Kabupaten TTS Terinfeksi Rabies

Imanuel Lodja - Rabu, 31 Mei 2023 00:05 WIB
11 Anak dari 2 Desa di Kabupaten TTS Terinfeksi Rabies

digtara.com – Sebanyak sebelas orang anak masing-masing berusia tiga tahun, empat tahun, lima tahun dan tujuh tahun di NTT yang dilaporkan tergigit anjing terinfeksi rabies.

Baca Juga:

Sebelas anak tersebut berasal dari Desa Fenun 10 orang anak dan Desa Fatulunu satu orang anak.

kedua desa tersebut berada di Kecamatan Amanatun Selatan, Timor Tengah Selatan (TTS), NTT.

Baca: Rabies Merajalela, Belasan Warga di Kabupaten TTS Jadi Korban Gigitan Anjing

Bupati Timor Tengah Selatan, Egusem Pieter Tahun menjelaskan, data yang diperoleh dari Dinas Kesehatan Kabupaten TTS menyebutkan terdapat penambahan jumlah warga yang terdeteksi atau suspect rabies dari 20 orang menjadi 22 orang dengan satu kematian.

Dari 22 kasus tersebut, dilihat golongan umur maka ada 11 orang diantaranya adalah anak-anak.

“10 anak dari Desa Fenun dan 1 anak dari Desa Fatulunu,” ujarnya.

Dia merinci untuk usia tiga tahun 5 orang, empat tahun 2 orang, usia lima tahun 2 orang dan usia tujuh tahun 2 orang sehingga total ada 11 anak.

Epi mengatakan dari kelompok umur terdeteksi juga ada enam orang yang tergolong lansia mulai dari umur 50 sampai 73 tahun.

Dia menyebutkan 22 warga tersebut adalah 20 orang warga Desa Fenun dan 2 orang warga Desa Fatulunu Kecamatan Amanatun Selatan dengan angka kematian satu orang yakni AB (45) warga Desa Fenun.

Menurut Epi dari laporan yang diterimanya 21 warga yang suspect rabies tersebut saat ini semuanya menjalani rawat jalan dan terus mendapat pemantauan dari petugas kesehatan di yang ditempatkan di Desa Fenun.

“(Semua) rawat jalan dan dipantau kondisinya oleh petugas kesehatan,” kata Epi.

Kadis Kesehatan TTS, Dokter Karolina Tahun mengatakan ada penambahan dua kasus rabies di TTS yang sebelumnya dilaporkan 20 menjadi 22.

“Total saat ini sudah 22 kasus, dengan 1 kematian sedangkan 21 kasus yang menjalani rawat jalan dalam kondisi baik. Kita pantau terus kondisi mereka,” kata Ria.

Disampaikan Karolina petugas lapangan masih terus mengumpulkan data di lapangan sehingga kemungkinan ada penambahan yang suspect rabies.

“Dari beberapa kecamatan seperti Nunkolo, Kolbano juga ada laporannya tentang warga yang digigit anjing tapi masih di cek jumlahnya,” kata Karolina.

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami diĀ Google News

11 Anak dari 2 Desa di Kabupaten TTS Terinfeksi Rabies

Ayo baca konten menarik lainnya dan follow kami di Google News
Editor
: Arie
SHARE:
Tags
TTS
Berita Terkait
Masalah Pembersihan Lahan, IRT di Kabupaten TTS Dianiaya dan Payudaranya Digigit

Masalah Pembersihan Lahan, IRT di Kabupaten TTS Dianiaya dan Payudaranya Digigit

Pindah ke Polres TTS, AKBP Ari Satmoko Pamitan ke Anggota Polres Manggarai Barat

Pindah ke Polres TTS, AKBP Ari Satmoko Pamitan ke Anggota Polres Manggarai Barat

Tragis! Mayat Bayi Perempuan Dimakan Anjing Bikin Geger Warga di TTS, Diduga Dibuang Ibunya

Tragis! Mayat Bayi Perempuan Dimakan Anjing Bikin Geger Warga di TTS, Diduga Dibuang Ibunya

Touring Sepeda Motor, Kapolda NTT Salurkan Ratusan Bansos di Kabupaten TTS

Touring Sepeda Motor, Kapolda NTT Salurkan Ratusan Bansos di Kabupaten TTS

Ibu Rumah Tangga di Kabupaten TTS Ditemukan Tewas Ggantung Diri

Ibu Rumah Tangga di Kabupaten TTS Ditemukan Tewas Ggantung Diri

Istri Meninggal karena Kecelakaan, Mantan TKI di Kabupaten TTS Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Istri Meninggal karena Kecelakaan, Mantan TKI di Kabupaten TTS Akhiri Hidup dengan Gantung Diri

Komentar
Berita Terbaru