10 Anggota Polres Sumba Barat Diproses Terkait Meninggalnya Tahanan di Sel Polsek Katikutana

Selasa, 11 Januari 2022 19:37
ist
Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto dan tim Forensik saat menjelaskan hasil penyeliikan kasus meninggalnya DPO dalam sel Polsek

Kapolres tidak memungkiri kalau ada penganiayaan oleh 4 oknum anggota gabungan buser sehingga ditangani Bid Propam Polda NTT.

Terhadap 4 orang anggota.yang diduga melakukan penganiayaan, Kapolres juga melakukan tindakan tegas.

“Saya copot (non job kan) keempat anggota ini dan demosi, penempatan di tempat khusus dalam sel sambil menunggu proses dari (Propam) Polda NTT,” tambah Kapolres Sumba Barat.

Baca: Pasca Tahanan Tewas di Sumba, Kapolda NTT Sidak Sel Dit Tahti Polda NTT

Kapolres menjamin prosea hukum pada para anggota dilakukan secara tegas dan transparan.

“Pada anggota kami, yakinlah bahwa kami akan proses secara tegas,” ujar Kapolres.

Kapolres juga menjelaskan, sesuai hasil otopsi tim medis Bid Dokkes Polda NTT, tidak ada luka tembak dan patah tulang pada Arkin.

Baca: Kasus Tahanan Tewas, Kapolda NTT Copot Jabatan 4 Personel Polsek Katikutana

Keempat anggota Polres Sumba Barat tersebut mengakui melakukan pemukulan di bagian kaki dan tangan korban.

“Itu telah diakui oleh anggota saya”, kata Irwan.

Arkin meninggal dalam tahanan Polsek Katikutana sesaat setelah ditangkap polisi.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait