10 Anggota Polres Sumba Barat Diproses Terkait Meninggalnya Tahanan di Sel Polsek Katikutana

Selasa, 11 Januari 2022 19:37
ist
Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irwan Arianto dan tim Forensik saat menjelaskan hasil penyeliikan kasus meninggalnya DPO dalam sel Polsek

digtara.com – Kapolres Sumba Barat, AKBP FX Irwan Arianto menuntaskan kasus meninggalnya Arkin Anabira alias Arkin (22). 10 Anggota Polres Sumba Barat

Arkin diduga meninggal di depan pintu kamar mandi dalam sel Polsek Katikutana, Sumba Barat, NTT, Kamis (9/12/2021).

Terkait dengan itu, Propam Poda NTT dan Polres Sumba Barat sudah memproses 10 anggota Polsek Katikutana dan anggota Buser gabungan.

Baca: Tahanan Tewas dalam Sel, Kapolres Sumba Barat Akui Adanya Penganiayaan Oleh Polisi, Tapi..

“Enam anggota Polsek Katikutana yang merupakan anggota piket jaga sudah diperiksa dan diproses anggota Propam Polres Sumba Barat,” tandas Kapolres Sumba Barat, Selasa (11/1/2022).

Keenam anggota ini diduga lalai saat menjalankan tugas saat kejadian.

“Enam orang anggota ini kami proses terkait lalai sampai adanya DPO (Arkin) meninggal di depan kamar mandi sel. (kasusnya) ditangani provost Polres (Sumba Barat). (Perkaranya) segera disidangkan,” ujar Kapolres.

Baca: Buntut Tahanan Tewas, Polda Sumut Perintahkan RTP di Sumut Pasang CCTV

Sementara 4 orang anggota Buser gabungan diproses Bid Propam Polda NTT.

“Empat orang diduga melakukan penganiayaan pada DPO (korban Arkin),” ujar Kapolres Sumba Barat.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait