Utang BNPB Sampai Rp 1,5 Triliun, Rudi Hartono Bangun Desak BPK dan BPKP Lakukan Audit

Selasa, 31 Agustus 2021 11:58
istimewa
Utang BNPB Sampai Rp 1,5 Triliun, Rudi Hartono Bangun Desak BPK dan BPKP Lakuakn Audit

digtara.com – Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) didesak segera mengaudit utang Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Desakan tersebut disampaikan Anggota Komisi VIII DPR RI dari Fraksi Nasional Demokrat (Nasdem), Rudi Hartono Bangun, SE, MAP, dalam rapat kerja Komisi VIII DPR RI dengan BNPB.

“Masalah utang BNPB itu sesungguhnya untuk jenis pekerjaan apa sampai 1,5 triliun rupiah ? Dan pihak ketiga itu siapa? Harus jelas pihak ketiganya siapa,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (31/8/2021), di Jakarta.

Baca: Kasus Covid-19 di Sumut Masih Tinggi, BNPB Minta Masyarakat Disiplin Menerapkan 5 M

Menurut wakil rakyat dari daerah pemilihan Sumatra Utara III ini, kejelasan utang ini perlu dikemukakan secara terbuka ke publik. Sebab untuk bayar utang Rp 1,5 triliun itu adalah uang rakyat Indonesia.

“Kalau hanya cuma menyiram air dengan heli, kenapa bisa biayannya membengkak sampai Rp 1 triliun? Coba tanyakan sama Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN), berapa harga heli satu unit? Kalau dengan uang Rp 1,5 triliun saya taksir bisa beli 30 unit heli,” paparnya.

Baca: BNPB Tegaskan Pemerintah Sumut Dilarang untuk Stok Vaksin

Terkait masalah utang ini, Rudi Harto Bangun mengatakan Kepala BNPB yang lama juga harus bertanggungjawab. Bagaimana prosedur tender dan lelangnya ini pekerjaan, sehingga BNPB belum bisa membayar? tanyanya.

Dugaan Mark Up

Wakil rakyat yang selalu rutin mengunjungi daerah pemilihannya ini menduga, seperti ada permainan dalam hal pekerjaan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Diduga ada mark up sehingga nilai pekerjaannya bisa melesat Rp 1,5 triliun.

Laman: 1 2

Berita Terkait