Peringatan Maulid Nabi, Wapres Ungkap 5 Langkah Rasulullah Lakukan Perubahan

  • Whatsapp
Peringatan Maulid Nabi, Wapres Ungkap 5 Langkah Rasulullah Lakukan Perubahan
Wakil Presiden RI, Ma'ruf Amin. (internet)

digtara.com – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin mengatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW dapat dijadikan momentum refleksi dalam membangun rumah tangga, masyarakat, bangsa dan negara. Peringatan Maulid Nabi, Wapres Ungkap 5 Langkah Rasulullah Lakukan Perubahan

Untuk itu, Ma’ruf mengajak umat Islam meneladani sifat Nabi Muhammad SAW.

“Dalam kesempatan Maulidurrasul ini, mari kita sebagai umat sayyidina Muhammad menyontoh dan meneladani sifat dan karakter beliau. Sehingga kehadiran kita menjadi suluh bagi orang lain,” katanya pada acara Maulid Akbar dan Do’a Untuk Keselamatan Bangsa yang digelar secara daring oleh Lembaga Dakwah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama dari Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (29/10/2020).

Muat Lebih

Ma’ruf menuturkan, dalam perjalanan historis, Nabi Muhammad SAW membuktikan bahwa perubahan peradaban dari masyarakat yang diliputi kebodohan (jahiliyah) menuju umat terbaik (khaira ummah) dapat dilakukan.

Dia bilang, Rasulullah berhasil memimpin perubahan yang fundamental tersebut hanya dalam tempo 23 tahun.

Ma’ruf menuturkan, terdapat lima hal penting bila memperhatikan dari perjalanan Nabi Muhammad SAW sebagai teladan perubahan. Pertama, perbaikan akhlak dan mental sebagai prioritas, karena merupakan pondasi khaira ummah.

“Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan kemuliaan akhlak,” kata Ma’ruf.

Sebelum diangkat sebagai nabi, kata Ma’ruf, Muhammad muda sudah dikenal sebagai figur berkarakter mulia. Karena akhlaknya yang baik, jujur, dan dapat dipercaya, ia oleh penduduk Mekkah pada saat itu diberi gelar ‘Al-Amin’.

Kedua, lanjut Ma’ruf, nabi dapat mempersatukan suku-suku yang bermusuhan dengan elegan. Dia menceritakan, awal masa kenabian, masyarakat Arab terfragmentasi dalam beberapa kabilah. Adapun masing-masing kabilah diselimuti fanatisme golongan yang kuat.

“Supremasi suku diukur dari dominasi kekuatan tempurnya, disusul supremasi ekonomi. Antar suku berebut pengaruh dan saling menundukkan. Jika kekuatan berimbang, permusuhan antar suku bisa berlangsung lama,” paparnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar