Pasca Konflik Berdarah di Flores Timur, Tokoh Adat Gelar Pertemuan

Senin, 16 Maret 2020 15:56

digtara.com | KUPANG – Sejumlah tokoh adat di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pertemuan menyikapi konflik berujunge pembunuhan di Desa Sandosi, Kecamatan Witihama, Kabupaten Flores Timur.

Pertemuan tokoh adat berlangsung di rumah adat suku Inguliman Lamalewa pada Sabtu (14/3/2020).

Pertemuan tokoh adat dari Suku Inguliman Lamalewa dan tokoh adat dari suku Boleng Betekeneng sebagai tuan tanah. Pertemuan itu untuk membicarakan tentang upaya mengembalikan situasi Desa Sandosi pasca konflik berdarah yang terjadi  pada hari Kamis 5 Maret 2020 lalu.

Tetap Jaga Situasi Agar Tetap Kondusif

Dalam pertemuan tersebut, tokoh adat dari suku Inguliman Lamalewa dan Suku Boleng Betekeneng menghimbau kepada para tetua suku yang lain serta warga masyarakat agar menjaga situasi Sandosi yang sudah pulih tetap aman.

Dalam pertemuan adat tersebut Tokoh adat dari kedua Sukuh yakni Yohanes Beda Sara dan Wilem Hama menegaskan bahwa, Ribu ratu ( warga masyarakat ) Sandosi tetap kembali melaksanakan aktivitas sebagaimana mestinya sambil menjaga situasi agar tetap kondusif.

Apabila ada yang melanggar penegasan tersebut maka akan bertanggung jawab baik secara hukum maupun secara adat dikemudian hari.

Selain berbicara tentang menjaga situasi Sandosi agar tetap kondusif, para tokoh adat juga melaksanakan ritual adat berupa Bau lolon sebagai tanda kesepakatan secara adat.

Para tokoh adat menegaskan bahwa dengan ritual bau lolon yang sudah dilaksanakan oleh para tetua adat maka, kesepakatan tersebut disaksikan oleh Tuhan sang pencipta dan leluhur yang telah mendahulu.

“Maka barang siapa yang melanggarnya maka akan mendapat hukuman dikemudian hari,” ujar para tokoh adat.

Hadir dalam pertemuan tersebut, selain para tokoh adat, juga Camat Witihama Laurensius Lebu Raya, SH, Kabag ops Polres Flotim AKP Abdulrahman Aba Mean. Danramil Wiwerang, Ignasius Hali Sogen, SH, Kapolsek Adonara IPDA Emanuek Kia Belan dan Dankigas Brimob Maumere IPTU Inacio Ximenes.

Pada kesempatan itu camat Witihama menyampaikan rencana pertemuan lanjutan yang difasilitasi Pemerintah dengan melibatkan para tokoh adat lainnya dan membangun kesepakatan secara tertulis sehingga permasalahan ini tidak terulang kembali.

Saat ini Situasi Sudah Pulih

Sementara Kabag Ops Polres Flores Timur AKP Abdurahman Aba Mean yang mewakili Kapolres Flores Timur menyampaikan bahwa situasi desa Sandosi harus segera kembali pulih. Sehingga tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan mengharapkan dukungan dari semua tokoh adat serta masyarakat untuk menghimbau kepada semua pihak agar tetap menjaga keamanan dan ketertiban.

Kapolres Flores Timur, AKBP Deny Abrahams melalui Kasubbag Humas Polres Flores Timur, Ipda Piter Sogen menegaskan bahwa saat ini situasi di wilayah desa Sandosi sudah pulih kembali.

Namun untuk tetap menjaga situasi ini perlu dukungan dari semua pihak termasuk para tokoh adat.

Oleh karena itu terkait dengan pertemuan tokoh adat Desa sandosi, Kapolres Flores Timur memberi dukungan dan aprisiasi atas upaya dan niat baik para tokoh adat tersebut.

Selanjutnya Polres Flores timur akan selalu siap membackup situasi yang terjadi di wilayah desa Sandosi.

 

 

Berita Terkait