Pandemi Covid-19: Konglomerat Makin Kaya, Kesenjangan Semakin Lebar

Kamis, 15 Juli 2021 13:24
internet
Ilustrasi

digtara.com – Kesenjangan sosial dan ekonomi di masyarakat, semakin melebar saat pandemi Covid-19. Konglomerat Makin Kaya

Dalam kondisi seperti ini, Ketua DPD RI, AA La Nyalla Mahmud Mattalitti, mengajak konglomerat dan orang-orang kaya untuk memperlihatkan kepeduliannya kepada warga miskin.

Menurut La Nyalla, kepedulian itu akan sangat membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, khususnya saat PPKM Darurat diterapkan.

“Pemberlakuan PPKM Darurat menuai kontradiksi di tengah-tengah masyarakat. Situasi yang membuat semakin lebarnya kesenjangan sosial antara si kaya dan si miskin,” tuturnya, dilansir dari voi.co.id, Kamis (15/7/2021).

Baca: Penjualan Tabung Oksigen di Medan Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Dia menambahkan, saat ini masyarakat miskin menjerit akibat kekurangan makan. Sedangkan bantuan BST PPKM Darurat yang mereka harapkan, hingga kini belum cair.

“Hal kontroversi yang kemudian terjadi saat pandemi, adalah meningkatnya jumlah kekayaan orang kaya di Indonesia seperti pebisnis investasi,” katanya.

Baca: Penjualan Tabung Oksigen di Medan Meningkat Selama Pandemi Covid-19

Data dann Fakta

Pernyataan LaNyalla tersebut merujuk pada data yang dikeluarkan Forbes, Credit Suisse dan Financial Times. Disebutkan bahwa jumlah orang kaya di berbagai negara, termasuk Indonesia, mengalami peningkatan.

“Majalah Forbes, juga Credit Suisse dan Financial Times menyebut jika jumlah orang Indonesia yang memiliki kekayaan lebih dari 1 juta US Dollar, atau jika dikonversikan menjadi Rp 14,49 miliar, sekitar 172.000 orang. Atau, bertambah sebanyak 62,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya (year on year/yoy),” katanya.

Laman: 1 2

Berita Terkait