KNKT: Sriwijaya Air Kemungkinan Pecah Ketika Menghantam Perairan

  • Whatsapp
ketika menhantam perairan
Kepingan badan pesawat Sriwijaya Air ditemukan dalam radius yang berdekatan (foto:int/digtara)

digtara.com – Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengatakan, pesawat Sriwijaya Air yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu kemungkinan pecah ketika menghantam perairan berdasarkan puing-puing yang ditemukan sejauh ini.

“Kami tidak tahu pasti, tapi jika kami melihat puing-puingnya, tersebar di daerah yang tidak terlalu luas,” kata Ketua Sub Komite IK Penerbangan Nurcahyo Utomo kepada Reuters, Senin (11/1).

“Kemungkinan pecah berkeping-keping ketika menghantam perairan, karena jika meledak di udara, puing-puing akan tersebar lebih luas,” ungkap dia.

Muat Lebih

Boeing 737-500 sedang dalam penerbangan ke Pontianak pada Sabtu sebelum menghilang dari layar radar empat menit setelah lepas landas dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta. Belum ada petunjuk apa yang menyebabkan kecelakaan itu.

Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono pada Minggu (10/1) mengatakan, lokasi dua kotak hitam pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ 182 telah ditemukan.

“Mudah-mudahan bisa segera kami ambil,” kata Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, tanpa memberikan perkiraan jangka waktu yang ditentukan.

Puing-puing pesawat dibawa ke Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, oleh tim penyelamat, termasuk radar altimeter, saluran darurat, dan bagian yang diduga terlepas dari bagian bawah ekor pesawat, menurut Nurcahyo.

Termasuk, pecahan logam warna biru dan merah khas Sriwijaya Air. Pihak berwenang mengatakan, puing-puing tersebut ditemukan dari kedalaman 23 meter di perairan antara Pulau Laki dan Pulau Lancang.

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtaraJangan lupa, like comment and Subscribe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar