Kapolda NTT Jamin Proses Bagi Anggota Polres Sumba Barat yang Tembak Warga hingga Tewas Transparan dan Akuntabel

Minggu, 08 Januari 2023 12:21
ist
Kapolda NTT: Terima Kasih Masyarakat NTT Sudah Jaga Kamtibmas Nataru

digtara.com – Kapolda NTT, Irjen Pol Drs Johni Asadoma, MHum menjamin proses hukum dan proses internal bagi Briptu ER, anggota Polres Sumba Barat dilakukan secara transparan dan akuntabel.

Briptu ER sudah ditempatkan di tempat khusus dan diperiksa seksi Propam Polres Sumba Barat.

“Kami menjamin (Briptu ER) akan diproses secara transparan dan akuntabel,” ujar jenderal polisi bintang dua ini.

Selain bertindak tegas terhadap anggota, secara institusi Kapolda NTT dan Kapolres Sumba Barat sudah menyampaikan permohonan maaf dan turut berduka cita dan kasusnya ditangani pihak Polres Sumba Barat.

“Polres Sumba Barat sedang menangani dan sudah mendatangi keluarga korban serta sudah meminta maaf dan turut berdukacita,” tandas Kapolda NTT.

Kabid Propam Polda NTT Kombes Pol Dr Drs Savio Yempormase, MH juga sudah berkoordinasi dengan seksi Propam Polres Sumba Barat untuk segera dilakukan langkah-langkah penanganan.

“Langkah penanganan dilakukan melalui panempatan khusus maksimal dalam pemeriksaan pendahuluan serta memeriksa para saksi yang saat itu berada di TKP,” ujar Kabid Propam Polda NTT saat dikonfirmasi Sabtu (7/1/2023).

Terpisah, Kapolres Sumba Barat, AKBP Anak Agung Gde Anom Wirata, SIK MH menyatakan akan menindak tegas dan melakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Kami sudah ditangani. Nanti perkembangan akan kita sampaikan,” ujar Kapolres.

Kapolres Sumba Barat mengakui kalau Briptu ER, anggota Polres Sumba Barat  yang tidak sedang melaksanakan tugas melakukan tindakan penyalah gunaan senpi dan mengakibatkan seorang korban meninggal dunia.

Kapolres Sumba Barat yang saat ini tengah melaksanakan tugas luar  di Kupang menyampaikan belasungkawa kepada korban beserta keluarga.

“Kami keluarga besar Polres Sumba Barat turut berduka atas kejadian tersebut. Semoga almarhum diterima disisi Tuhan Yang Maha Esa dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan,” ujar Kapolres.

Terkait permasalahan tersebut Kapolres Sumba Barat, melalui Kasi Propam Polres Sumba Barat Ipda Agung Eka Saputra telah mengambil langkah dengan mengamankan Briptu ER.

Komitmen Kapolres Sumba Barat akan mengambil tindakan tegas dan melakukan proses hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Langkah awal yang telah kami ambil yaitu dengan mengamankan ER dan menempatkan pada tempat khusus untuk selanjutnya dilakukan proses hukum selanjutnya,” ungkap Kapolres.

Kepada keluarga dan masyarakat Sumba Barat, ia berharap  dapat mempercayakan seluruh penanganan permasalahan tersebut kepada polisi dan menjamin bahwa semua proses dilaksanakan sesuai prosedur, profesional dan transparan.

Kasus penembakan oleh anggota Polri yang menewaskan warga sipil kembali terjadi di wilayah hukum Polda NTT.

Kali ini, seorang warga di Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat, NTT tewas tertembak senjata milik anggota Polres Sumba Barat pada Sabtu (7/1/2023) subuh.

Awalnya, anggota Polres Sumba Barat Briptu ER hendak bercanda mengarahkan senjata api ke perut Ferdinandus Lango Bili (27)  warga Wilayah Baku, Kelurahan Wolabaku, Kecamatan Loli, Kabupaten Sumba Barat.

Namun senjata justru meletus menembus perut korban.

Korban sempat dilarikan ke rumah sakit namun nyawa nya tidak tertolong dan meninggal dunia.

Penembakan ini terjadi di rumah Januar Maulogo Ratu di Jalan Ahmad Yani, belakang gereja GKS Letemalauna, Kelurahan Wailiang, Kecamatan Kota Waikabubak,  Kabupaten Sumba Barat.

Diperoleh informasi kalau pada Jumat (6/1/2023) malam, Briptu ER (26) dan rekan anggota polisi, Briptu Brian YK (26) berkunjung ke rumah Januar Maulogo Ratu Jaga alias Feki (29) di belakang GKS Letemalauna, Kelurahan Wailiang, Kecamatan Kota Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.

Mereka menghadiri acara ulang tahun di rumah Feki.

Saat itu ada pula korban  Ferdinandus Lango Bili bersama rekannya yang lain Wahyu Gamiliel Eltari Raja (26), Yeheskiel Wala (24) dan Steven Leonardo Saputra Ngili (16).

Mereka kemudian membakar bebek. Selesai membakar bebek, korban kembali ke tempat duduk dan menikmati minuman keras.

Diduga mabuk miras, korban mengacungkan pisau ke arah Briptu ER sambil menantang agar Briptu ER menembaknya.

Briptu ER yang kebetulan membawa senjata api  menarik senjata genggam pistol (HS) dari pinggang sebelah kanan.

Ia hanya bermaksud bercanda dan hanya menggertak korban.

Briptu ER  lalu mengarahkan dan menembakkan Senpi ke arah perut korban.

Tanpa diduga, tiba-tiba senjata tersebut meletus dan melukai perut korban.

Korban pun mundur dan duduk di kursi di belakangnya dan kemudian jatuh di lantai dalam kondisi tidak sadarkan diri.

Melihat kondisi korban sudah berdarah, Briptu ER dan rekan yang lain membawa korban ke Rumah sakit Kristen Lende Moripa Waikabubak.

Di ruang UGD Rumah Sakit Kristen Lende Moripa Waikabubak,  tim medis  melakukan upaya medis terhadap korban namun korban sudah meninggal dunia.

Briptu ER memilih mengamankan dirinya ke Polres Sumba Barat.

Korban Ferdinandus Lango Bili mengalami luka pada perut  bagian bawah sebelah kanan dan menembus perut.

Pihak Polres Sumba Barat menyampaikan turut berduka cita kepada keluarga korban dan minta agar keluarga korban menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada pihak Polres Sumba Barat untuk dilakukan proses sesuai hukum yang berlaku.

Polres juga meminta maaf atas kelalaian anggota, mengamankan barang bukti dan menahan Briptu ER di ruang khusus.

Pihak Polres mengagendakan mendatangkan tim Forensik Bid Dokkes Polda NTT dan rumah sakit Bhayangkara Titus Uly  Kupang untuk otopsi terhadap jenazah.