Kabaharkam Polri Teken Surat Telegram Kapolri Guna Percepatan Penangangan Covid-19 dan PEN

  • Whatsapp
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto. (istimewa)

digtara.com – Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri, Komjen Pol Agus Andrianto, selaku Kaopspus Aman Nusa II-Penanganan Covid-19 Tahun 2020, menandatangani Surat Telegram Kapolri guna percepatan penanganan Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional (PEN). Kabaharkam Polri Teken Surat Telegram Kapolri Guna Percepatan Penangangan Covid-19 dan PEN

Surat Telegram dengan nomor ST/2609/IX/OPS.2./2020 tertanggal 7 September 2020 itu ditandatangani atas nama Kapolri dan dialamatkan kepada para Kaopsda Aman Nusa II-2020, pejabat Opspus Aman Nusa II-2020, serta Kasatgasda dan Kasubsatgasda Ops Aman Nusa II-2020.

“Surat Telegram ini berisi perintah kepada alamat tersebut untuk melaksanakan penekanan hasil rapat analisa dan evaluasi (Anev) Operasi Aman Nusa II yang dilaksanakan pada tanggal 4 September 2020,” jelas Komjen Pol Agus Andrianto, Selasa (8/9/2020).

Adapun isi perintah tersebut adalah sebagai berikut:

– Berkaitan dengan percepatan penanganan Covid-19:

1. Lakukan identifikasi dan mapping tempat-tempat keramaian yang berpotensi menjadi klaster baru Covid-19 (mall, perkantoran, pasar, dan lain-lain).

2. Bangun komunikasi dengan Pemda, tokoh agama, dan tokoh masyarakat yang berpengaruh di wilayah masing-masing agar bisa membantu TNI-Polri dalam mengkampanyekan protokol kesehatan.

Baca: Kabaharkam Ingatkan Jajaran Polda Antisipasi Sentra Pelayanan Kepolisian Jadi Kluster Baru Covid-19

3. Tingkatkan disiplin penerapan protokol kesehatan di internal Polri dan tempat-tempat pelayanan Polri, jangan sampai lingkungan internal Polri menjadi klaster baru Covid-19.

4. Pastikan personel yang ditugaskan khususnya yang melaksanakan tugas di lapangan dalam keadaan sehat dan tidak memiliki riwayat sakit kronis/penyerta/bawaan dan rentan terpapar Covid-19.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan