Ini Keinginan Mulyadi Ketum PB HMI Korban Sriwijaya Air SJ 182 Versi Arief Rosyid Hasan

Namun, kesempatan itu ditolak mas Mul dan menyerahkan seluruh suaranya kepada Arief.
“Ini menunjukkan komitmen yang kuat dari sosok Mas Mul,” cerita Arief.

Ia melanjutkan, pernah juga, kami bertarung sebenar-benar dan sebesar-besarnya dalam PB HMI 2013-2015. Meski di ujung ia yang menghampiri mas Mul ke kosan dan belajar banyak hikmah.

“Kala itu, reshuffle kepengurusan, yang bagi mas Mul, saya tak cukup adil, pokoknya banyak kenangan,” kenang Arief.

Muat Lebih

Belum lagi, cerita panjang tentang peristiwa hijrah dari sekretariat di Jalan Diponegoro ke Jalan Sultan Agung. Berbagai fitnah diluncurkan, hingga upaya lapor-melapor kepolisian dilakukan oleh teman-teman kami sendiri.

Masih cerita Arief, di akhir periode dirinya sebagai Ketum PB HMI 2013-2015, Kongres XXIX HMI di Pekanbaru. Mas Mul akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PB HMI 2016-2018. Kami semua ikut membalas, menuntaskan komitmen yang telah kami bangun dua tahun sebelumnya.

Mas Mul, pertemuan pertama kita selain rapat-rapat di sekretariat PB HMI adalah ketika bertemu di Terminal Busway Manggarai. “Sore itu, saya baru pulang kerja dari Klinik Cempaka Putih dan Mas Mul baru pulang kuliah dari Universitas Trisakti,”

“Mas Mul, terpaut 5 tahun dari saya. Proses di HMI, Beliau lebih dulu aktif sebagai Ketua Bidang Pembinaan Anggota/Kaderisasi PB HMI 2010-2012. Saya sebagai Wasekjen Eksternal. Dalam Kongres yang panjang, sebulan dan di tiga tempat, saya ditakdirkan bekerjasama dengan beliau dalam PB HMI 2013-2015,” ungkap Areif.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar