Dua Tahun Jokowi-Ma’ruf: Rakyat Dibungkam, Ribuan Pendemo Ditangkap

Selasa, 19 Oktober 2021 16:17
int
Dua Tahun Jokowi-Ma'ruf: Rakyat Dibungkam, Ribuan Pendemo Ditangkap

digtara.com – Dua tahun pemerintahan Jokowi-Ma’ruf Amin, publik menilai kebebasan sipil makin memburuk.

Memburuknya kebebasan sipil itu ditandai dengan penangkapan ribuan orang karena mengutarakan pendapat. Rakyat dibungkam dengan aksi represif penegak hukum yang melakukan pengamanan dan penertiban di luar Standar Operasional Prosedur (SOP).

Rivanlee Anandar, Deputy of Coordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan atau KontraS, mengatakan ratusan peristiwa pemberangusan kebebasan sipil terjadi selama 2 tahun kepemimpinan Jokowi – Ma’ruf Amin.

“Sejak Oktober 2019 hingga Oktober 2021, terdapat 360 peristiwa pelanggaran kebebasan berekspresi,” kata Rivanlee.

Baca: Tolak Amandemen, Rakyat Tagih Presiden Jokowi Lunasi Janji Kampanye

Pelaku pemberangusan kebebasan sipil mayoritas dilakukan oleh aparat kepolisian. Pola-pola pelanggarannya seperti pembubaran massa secara paksa lalu diikuti dengan penangkapan yang tak sesuai prosedur.

“Polisi tercatat 137 kali melakukan penangkapan sewenang-wenang dan 118 kali pembubaran paksa,” kata dia.

Sebagai contoh, kata dia, pembubaran paksa massa demonstran penolak omnibus law, ataupun aksi protes di daerah-daerah.

Baca: Disaksikan Jokowi, Junita Malau dan Rosalina Simanjutak Tambah Emas Sumut

Sejak 2020 kala covid-19 mewabah, polisi kerap menggunakan alasan adanya pandemi untuk melakukan pembubaran aksi massa.

“Namun, sepertinya alasan itu dibuat dan berjalan secara tebang pilih.”

Tebang pilih melakukan penanganan aksi massa

Laman: 1 2

Berita Terkait