Didampingi Senior dan Junior Tiap Angkatan, Komjen Sigit Pastikan Polri Solid

  • Whatsapp
polri solid
Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo saat fit and proper test di Komisi III DPR (liputan6/digtara)

digtara.com – Calon Kapolri, Komjen Listyo Sigit Prabowo memamerkan soliditas Polri saat uji kelayakan dan kepatutan (fit and proper test) dengan Komisi III DPR RI. Komjen Listyo Sigit Prabowo menjelaskan para perwira tinggi (pati) Polri yang mendampinginya fit and proper test pagi ini berasal dari perwakilan tiap angkatan yang lebih senior maupun juniornya. Polri solid

“Yang hadir mendampingi kami ini susunannya adalah urutan senior, Pak,” kata Listyo Sigit Prabowo dalam kegiatan fit and proper test calon Kapolri di Ruang Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (20/1/2021).

Untuk diketahui, Listyo Sigit Prabowo merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun 1991. Sigit menjelaskan dirinya didampingi perwakilan dari angkatan 1987, 1988, 1989, 1990, 1991 dan angkata di bawahnya.

Muat Lebih

“Mulai dari (angkatan) ’87, ’88, ’89, ’90, kami sendiri ’91 beserta leting kami, dan adik-adik kami. Jadi mohon izin melaporkan, bahwa saat ini Polri solid, Pak,” ucap Listyo Sigit Prabowo yang disambut riuh tepuk tangan para peserta di dalam ruang tersebut.

Pejabat Polri yang menghadiri uji calon kapolri itu di antaranya Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono, Kabaharkam Komjen Agus Andrianto, Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto, Kadiv Propam Irjen Ferdy Sambo, Kapolda Aceh Irjen Wahyu Widada, Kapolda Sulut Irjen Panca Putra hingga Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Ahrie Sonta. Selain itu, Kapolri Jenderal Idham Azis juga datang ke DPR.

Rangkaian Fit and Proper Test

Proses fit and proper test calon Kapolri ini dipimpin Ketua Komisi III DPR RI, Herman Herry.

Uji kelayakan dimulai dengan penyampaian kebijakan Komjen Listyo Sigit. Komisi III DPR memberikan waktu kepada Komjen Listyo Sigit sebanyak 60 menit.

Kemudian, uji kelayakan dilanjutkan dengan proses dialog dengan fraksi-fraksi. Setiap perwakilan fraksi akan mengajukan pertanyaan kepada Komjen Listyo Sigit.

“Hak mengajukan pertanyaan dilakukan oleh 1 orang perwakilan fraksi, dilakukan paling lama 5 menit yang pelaksanaannya diatur pimpinan rapat, jawaban langsung diberikan oleh calon kapolri per 3 pertanyaan, jadi total ada 9 fraksi, dan dipecah jadi 3 klaster,” sebut Herman.

Setelahnya Komjen Listyo Sigit akan menandatangani surat yang dibuat oleh Komisi III DPR RI. Kemudian, Komjen Listyo Sigit dipersilahkan meninggalkan ruangan.

“Selanjutnya komisi III DPR RI melakukan pembahasan persetujuan atau penolakan usul pengangkatan calon kapolri yang diajukan presiden,” jelas Herman.

Herman menyebut masing-masing fraksi, melalui juru bicaranya, akan menyampaikan pandangannya. Apabila tidak terjadi kesepakatan secara aklamasi, maka akan ditempu dengan cara forum lobi.

“Maka akan ditempu dengan cara forum lobi, bila tidak diperoleh kesepakatan dalam lobi, maka akan dilakukan pemungutan suara atau voting secara tertutup,” tuturnya. (detik/liputan6)

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtaraJangan lupa, like comment and Subscribe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan