Demo di Gedung Menko Marves, Masyarakat adat Tano Batak Kecewa dengan Sikap Anak Buah Luhut

Rabu, 24 November 2021 16:36
suara.com
Demo di Gedung Menko Marves, Masyarakat adat Tano Batak Kecewa dengan Sikap Anak Buah Luhut

digtara.com – Masyarakat adat Tano Batak dari kawasan Danau Toba yang tergabung dalam Aliansi Gerakan Rakyat (Gerak) Tutup TPL (PT Toba Pulp Lestari) mengaku kecewa. Pasalnya, sikap perwakilan Kementerian Koordinator bidang Maritim dan Investasi (Menko Marves) yang sempat menerima mereka dari balik pagar.

Aliansi Gerak Tutup TPL berunjuk rasa pada hari ini Rabu (24/11/2021) di depan Gedung Menko Marves, Jakarta Pusat, menuntut Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mencabut izin investasi dan menutup PT TPL.

Menurut mereka sebagai masyarakat adat dan rakyat, yang sudah menempuh perjalanan darat dari Danau Toba, kurang lebih tiga hari, tidak seharusnya diperlakukan dengan demikian.

Baca: Aliansi Gerak Rakyat Tutup PT TPL Demo, Satu Kata: Tutup!

“Ya tentu, kami sangat kecewa, karena kan kami ini masyarakat adat. Dan kami juga meminta secara adat, supaya bapak ibu ini (Menko Marves) turun menemui kami,” kata Hengky Manalu, Koordinator Gerak Tutup TPL saat ditemui Suara.com, Rabu (24/11/2021).

Peristiwa itu berawal saat Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pengelolaan Lingkungan dan Kehutanan, KLHK, Menko Marves, Dirhansyah Conbul akhirnya menemui masyarakat adat Tano Batak.

Baca: Aliansi Gerakan Rakyat Desak Jokowi Tutup PT TPL, Ini Alasannya

Namun dia enggan keluar dari balik pagar Gedung Menko Marves. Beberapa kali pengunjuk rasa meminta Dirhansyah untuk keluar dan menemui mereka, namun dia tetap berada di balik pagar, di bawah baliho bertuliskan ‘Jadilah Pahlawan Di Setiap Langkahmu.’

Dirhansyah pun akhirnya keluar dari balik pagar, setelah masyarakat adat ingin menyampaikan buku yang berisi rangkuman pelanggaran yang dilakukan PT TPL di kawasan Danau Toba.

Laman: 1 2 3

Berita Terkait