BPKH Jawab Kritikan Menag Soal Imbal Hasil Pengelolaan Dana Haji

Selasa, 20 Juli 2021 15:40
lentera today/digtara
Ketua BPKH Anggito Abimanyu

digtara.com – Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Anggito Abimanyu menjawab kritikan kementrian agama terkait pengelolaan dana haji oleh lembaga yang dipimpinnya. Menurutnya kinerja BPKH sudah optimal.

Anggito menjelaskan beberapa poin yang menjadi bahan kritiknlan.

Pertama, soal tingkat imbal hasil, menurutnya, tentu investasi yang memberikan tingkat imbal hasil besar akan memiliki risiko yang lebih besar pula.

BPKH, sambungnya, selalu mencoba menekan risiko tersebut, di mana saat ini tingkat risiko investasi terus dijaga di posisi menengah dan moderat. Maka dari itu, ia ingin pengelolaan dana haji lebih mengutamakan prinsip kehati-hatian ketimbang imbal hasil.

“Dan tentu kami tidak ingin mengelola tapi meninggalkan masalah, seperti yang disampaikan Pak Menag, bahwa tidak boleh ada dana yang hilang, berarti prinsip pertama aman,” jawab Anggito.

Kedua, soal kinerja BPKH, menurutnya, lembaga itu sudah cukup baik mengelola dana haji. Hal ini tercermin dari opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

“Sampai 2021, alhamdulillah dana kelola kami sudah cukup tinggi, Rp150 triliun lebih saat ini dan nilai manfaatnya untuk tahun ini insyaAllah sudah mencapai Rp8 triliun, rasio solvabilitas sudah cukup kuat, cukup strong, dan dana kami sudah liquid, sudah cukup mampu untuk membiayai secara jumlah lebih dari tiga kali dana haji,” jelasnya.

Ketiga, soal rencana investasi di sektor riil di Arab Saudi, Anggito mengatakan rencana ini sebenarnya tidak batal. Kendati demikian, rencana itu memang belum bisa diwujudkan karena kondisi ekonomi tiba-tiba tidak mendukung akibat pandemi covid-19. Bahkan, jemaah haji pun gagal berangkat karena pandemi.

Laman: 1 2

Berita Terkait