Black Box Sriwijaya Air SJ 182 yang Ditemukan Jenis FDR

  • Whatsapp
Black Box Sriwijaya Air SJ 182 yang Ditemukan Jenis FDR
Suasana konferensi pers dengan Menhub Budi karya (foto;detik/digtara)

digtara.com – Kotak hitam (Black box) pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang jatuh di Kepulauan Seribu, DKI Jakarta telah ditemukan tim SAR, Selasa (12/1) sore. Dalam konferensi pers di Posko Dermaga JICT 2, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyatakan black box yang ditemukan adalah jenis FDR.

“Seperti diketahui FDR telah ditemukan,” ujar Budi Karya, Selasa sore.

Budi Karya mengungkapkan saat ini FDR tengah dalam perjalanan. Dia mengatakan, dalam waktu dekat FDR akan segera tiba.

Muat Lebih

“Nanti mungkin setengah jam lagi datang, dan Pak Panglima (Panglima TNI) akan mengumumkan,” katanya.

FDR merupakan alat yang merekam data-data penerbangan. FDR merekam data teknis pesawat, seperti ketinggian, kecepatan, putaran mesin, radar, termasuk autopilot.

FDR mempunyai durasi rekaman hingga 25-30 jam. Artinya, setelah 25-30 jam, data akan terhapus dengan sendirinya.

Black box sendiri terdiri dari 2 komponen. Selain FDR, juga ada perekam suara kokpit atau Cockpit Voice Recorder (CVR) yang berfungsi merekam data-data percakapan pilot di dalam kokpit.

Dilansir dari Antara, kotak hitam pesawat Sriwijaya Air SJ182 ditemukan di sekitar Pulau Laki-Pulau Lancang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, pukul 16.20 WIB.

Penemuan black box itu selaras dengan arahan Presiden Joko Widodo. Jokowi sebelumnya memerintahkan untuk mempercepat pencarian black box Sriwijaya Air.

Black box atau kotak hitam adalah istilah umum yang digunakan dalam industri penerbangan untuk merekam data selama pesawat diterbangkan. Walaupun disebut kotak hitam, nyatanya black box dibalut warna yang terang menyala atau cerah agar mudah teridentifikasi dalam operasi pencarian.

Black box juga dilengkapi perangkat yang dikenal sebagai Underwater Locator Beacon (ULB). Perangkat tersebut akan aktif segera setelah perekam bersentuhan dengan air dan dapat mengirimkan sinyal dari kedalaman 14.000 kaki.

Fungsi alat tersebut adalah guna membantu menemukan black box setelah kecelakaan pesawat yang terjadi di laut.

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtaraJangan lupa, like comment and Subscribe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan