Begini Panduan Ibadah Ramadhan dari Menteri Agama, Cek Poin ke-4

  • Whatsapp
Panduan Ramadhan
Menag Yaqut Cholil Qoumas mengeluarkan surat edaran terkait pelaksanaan ibadah selama bulan ramadhan dan idul fitri (ist/digtara)

digtara.com – Kementrian Agama mengeluarkan surat edaran terkait panduan ibadah selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1442 Hijriah. Surat tertanggal 5 April itu ditandatangani Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas dan tersebat ke seluruh pelosok nusantara.

Dalam SE No.03 Tahun 2021 yang diperoleh digtara.com, ada 11 ketentuan tentang tata cara pelaksanaan ibadah ramadhan, seperti sholat tarawih dan ceramah di masjid.

“Surat Edaran ini bertujuan untuk memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan protokol kesehatan, sekaligus untuk mencegah, mengurangi penyebaran dan melindungi masyarakat dari risiko COVID-
19,” ungkap Menag dalam surat tersebut.

Muat Lebih

Ada beberapa poin penting dalam surat edaran tersebut terutama pada ketentuan no.4 yang menyangkut operasional Masjid dan Musolla dalam pelaksanaan ibadah. Pada poin 4a disebutkan, jumlah jamaah harus dibatasi 50 persen dari kapasitas masjid/musolla dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, menjaga jarak aman 1 meter antarjamaah, dan setiap jamaah membawa sajadah/mukena masing-masing.

Hal itu berlaku untuk sholat fardhu lima waktu, sholat tarawih dan witir, tadarus alQura dan iktikaf.

Pada poin 4b, pengajjian atau ceramah maupun tausiah paling lama durasunya 15 menit.

“Pengurus dan pengelola masjid/mushala sebagaimana angka 4 (empat) wajib menunjuk petugas yang memastikan penerapan protokol kesehatan dan mengumumkan kepada seluruh jamaah,” bunyi poin 5 dari ketentuan surat edaran tersebut.

Berikut ketentuan lengkap Surat Edaran Kementrian Agama:

Pos terkait

Tinggalkan Balasan