445 Hari Jabat Kabaharkam Polri, Komjen Pol Agus Andrianto Ucapkan Terima Kasih

  • Whatsapp
Setahun lebih, tepatnya selama 445 hari atau 14 bulan, Komjen Pol Agus Andrianto menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam)
Komjen Pol Agus Andrianto saat serahterima jabatan Kabaharkam (ist/digtara)

digtara.com – Setahun lebih, tepatnya selama 445 hari atau 14 bulan, Komjen Pol Agus Andrianto menjabat sebagai Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabaharkam) Polri. Selanjutnya Komjen Pol Arief Sulistyanto yang akan menggantikannya.

Hari ini, Kamis, 25 Februari 2021, bertempat di Mako Ditpoludara Korpolairud Baharkam Polri di Landasan Udara Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, Baharkam Polri menggelar Farewell and Welcome Parade guna melepas pejabat Kabaharkam Polri lama dan menyambut pejabat baru.

Kegiatan diisi dengan acara berupa Serah Terima Laporan Satuan (Lapsat) dan Upacara Penyerahan Pataka Baharkam Polro “Vicvapa Brahmagola”. Kegiatan ini merupakan rangkaian Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kabaharkam Polri yang dilaksanakan sejak Rabu, 24 Februari 2021, yang dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo.

Muat Lebih

“Hal ini merupakan wujud nyata dari proses pergantian kepemimpinan dan dinamika organisasi, guna pembaharuan, peningkatan kualitas kinerja Baharkam Polri, yang mampu memelihara Kamtibmas dan selalu berada di tengah-tengah masyarakat demi terciptanya pelayanan Kamtibmas yang Presisi,” kata Komjen Pol Agus Andrianto dalam sambutannya, menjelaskan arti penting kegiatan tersebut.

Komjen Pol Agus Andrianto lantas memanfaatkan kesempatan ini untuk menyampaikan terima kasih kepada segenap pejabat utama jajaran Baharkam Polri dan seluruh anggota yang telah memberikan pengabdian yang tulus dan ikhlas pada organisasi.

Selain itu, jenderal polisi bintang tiga yang kini menjabat Kepala Badan Reserse Kriminal (Kabareskrim) Polri itu juga mengingatkan bahwa tantangan tugas Baharkam Polri ke depan semakin kompleks.

Ia menyebut beberapa di antaranya, seperti potensi gangguan Kamtibmas dampak pandemi COVID-19 yang meresahkan masyarakat, bencana alam, kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), konflik akibat otonomi khusus di Papua yang menimbulkan pro-kontra. Kemudian aksi separatis di Poso, aksi komunal dan horizontal masyarakat, tindakan anarkis, serta aksi terorisme.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan