Ngerih! Banyak Warga Tinggimoncong Jalani Ritual Pesugihan, Tumbalnya Anak

Senin, 06 September 2021 15:15
int
Kapolres Gowa AKBP Tri Goffaruddin Pulungan menjenguk anak yang matanya dicungkil ibunya

digtara.com – Kasus penganiayaan bocah perempuan berinisial AP (6) di Malino, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan menjadi perbincangan hangat. Apalagi tindakan mencungkil mata bocah tersebut diduga terkait ritual pesugihan yang dipelajari kedua orangtua dan keluarganya.

Pemerhati Anak Sulawesi Selatan Rusdin Tompo meminta kasus itu jadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa. Sebab, menurutnya tak cuma orangtua dan keluarga AP yang melakoni ritual aliran sesat tersebut.

Banyak warga desa, diduga mempelajari ilmu hitam dan ritual pesugihan agar cepat menjadi kaya.

“Saya tadi bertemu dengan keluarga korban, dulu dia sempat tinggal di kampung itu. Dia cerita hampir semua masyarakat di sana pelajari ilmu hitam itu. Kita belum tahu ilmu apa namanya,” ujar Rusdin melansir suara.com, Senin (6/9/2021).

Rusdin menilai, penegakan hukum saja dianggap tidak cukup. Pemkab Gowa, harus melakukan upaya antisipatif. Satu ampung di Kecamatan Tinggimoncong itu perlu disterilkan.

Pemkab Gowa diminta untuk melibatkan tokoh agama dan organisasi keagamaan seperti Muhammadiyah dan NU. Ia khawatir kasus seperti AP masih terjadi jika dibiarkan.

Apalagi sebelumnya, kakak kandung AP juga sudah jadi korban. Ia meninggal karena dicecoki air garam.

“Pemerintah, dinas terkait perlu mengambil langkah antisipatif. Saya mendengar aliran ini sudah dianut dan diikuti oleh warga lain di situ. Pendekatan penegakan hukum saja tidak cukup,” tuturnya.

Dimulai dari Paman Korban

Laman: 1 2

Berita Terkait