Waspada! Geng Motor di Medan ‘Menggila’, Remaja 17 Tahun Tewas Dibantai

  • Whatsapp
Waspada! Geng Motor di Medan 'Menggila', Remaja 17 Tahun Tewas Dibantai
Ilustrasi (internet)

digtara.com – Aksi geng motor di Kota Medan makin “menggila”. Mereka bak koboy jalanan meraung-raungkan sepeda motornya dengan knalpot blong.

Informasi dihimpun digtara.com, Rabu (3/3/2021), salah seorang remaja, MFL (17), tewas setelah dibantai gerombolan geng motor yang melakukan konvoi.

Peristiwa itu terjadi pada Minggu 28 Februari 2021 dinihari, tepatnya di Jalan SM Raja, di depan pabrik getah PT Asahan, Kelurahan Timbang Deli, Kecamatan Medan Amplas.

Muat Lebih

Korban yang merupakan warga Kelurahan Harjosari I, Kecamatan Medan Amplas Kota Medan ini mengalami luka robek akibat hantaman benda keras berupa kayu balok di bagian kepala.

“Korban sempat mendapat perawatan medis, namun sekira pukul 15.00 wib meninggal dunia di Rumah Sakit Mitra Sejati Jalan AH Nasution Medan,” ujar Rian, teman korban.

Baca: Bacok dan Seret Korbannya, 2 Anggota Geng Motor Ditembak

Rian menjelaskan, malam dini hari itu, Korban dengan mengenderai tujuh unit motor bersama Reza, Dian Tama, Otoi, Bobi, Arya dan Madan, dari Jalan Garu 7 mau jalan-jalan menuju arah ke Tanjung Morawa.

Namun sampai di Trakindo mereka balik arah menuju Simpang Amplas melintasi jalan flyover.

Baca: Terkena Kelewang Diduga Geng Motor, Tangan Remaja di Jalan HM Jhoni Bolong

Tak disangka, tiba-tiba saat turun dari jalan flyover segerombolan pemuda sudah berkumpul yang diduga kuat geng motor telah menunggu di sisi kiri dan kanan, tepatnya di depan pabrik getah PT Asahan.

Mereka (genk motor) langsung mengejar dan menyerang dengan bermacam senjata, ada yang menggunakan batu dan kayu. Bahkan diduga, mereka para geng motor itu ada juga yang membawa sejata tajam.

Baca: Ratusan Anggota Geng Motor Bentrok Dengan Warga Saat Konvoi Kemerdekaan, Tiga Berhasil Ditangkap

“Puluhan gerombolan genk motor itu berteriak serang sambil melempari rombongan almarhum dengan batu,” sebut Rian yang diamini beberapa orang teman almarhun di rumah duka.

Rian juga menjelaskan, pada dini hari naas itu, almarhum berboncengan tiga bersama Dian dan Arya dengan mengenderai motor.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

1 Komentar