Usai Viral, Oknum Polisi ‘Koboi’ Meminta Maaf

  • Whatsapp
Usai Viral, Oknum Polisi Koboi Meminta Maaf
Polisi mengacungkan senjata saat membubarkan buruh (istimewa)

digtara.com – Oknum kepolisian yang melakukan aksi koboi kepada para buruh yang sedang melakukan aksi mogok kerja, akhirnya meminta maaf, Sabtu (27/2/2021). Usai Viral, Oknum Polisi Koboi Meminta Maaf

Dalam vidio yang berdurasi 42 detik yang diterima digtara.com, Iptu Mustofa menyampaikan permohonan maafnya kepada Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK-FSPMI) atas intimidasi yang dilakukannya dengan cara mengeluarkan senjata api miliknya.

“Saya Iptu Mustofa memohon maaf kepada pekerja PUK FSPMI, PT Rezeki Fajar Andalan, (PT RAF) atas perlakukan saya yang tidak sesuai dengan prosedur, sehingga membuat saudara saya dari PUK FSPMI terintimidasi oleh saya,” ujarnya.

Muat Lebih

Wakapolres Pelabuhan Belawan, Kompol Herwansyah Putra mengatakan pihaknya bersama dengan Kasi Propam dan Kabag Ops langsung menjemput Iptu Mustofa dari tempat dinasnya yakni Polsek Hamparan Perak.

“Sesuai dengan viralnya anggota kami, Iptu Mustofa yang mengacungkan senjata kepada karyawan pekerja PUK FSPMI di PT RAF, telah kami jemput dari Polsek Hamparan Perak,” ujarnya.

Dikatakannya, pihak Polres akan segera melakukan proses dengan melakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Sebelumnya diberitakan, seorang oknum kepolisian kembali melakukan aksi koboi dengan cara mengeluarkan senjata api kepada para buruh yang sedang melakukan aksi mogok kerja di Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Sabtu (27/2/2021).

Oknum kepolisian itu melakukan aksi koboynya setelah PT Rezeky Fajar Andalan (RFA) melakukan pemberhentian hubungan kerja (PHK) kepada ketua dan sekretaris Pimpinan Unit Kerja Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (PUK-FSPMI) yang bekerja di perusahaan itu.

[ya]  Usai Viral, Oknum Polisi Koboi Meminta Maaf

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtaraJangan lupa, like comment and Subscribe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan