Toke Durian di Dairi Tewas Ditangan Anak Kandungnya

Sabtu, 08 Februari 2020 10:46
Mayat (ilustrasi/net)
Ilustrasi

digtara.com | SIDIKALANG – Gara-gara durian Nyawa toke durian Torang Pane (52) berakhir di tangan putranya sendiri berinisial GSP (26). Kasus pembunuhan terjadi di Desa Lae Parira Kecamatan Lae Parra Kabupaten Dairi Sumatera Utara, Jumat (7/2/2020) sekira pukul 23.00 Wib.

Kapolres, AKBP Leonardo Simatupang melalui Kasubbag Humas Ipda Donni Sakeh mengatakan peristiwa tersebut terjadi di pelataran rumah korban. Laporan polisi dibuat Abu Yahmin Kepala Pos Polisi Lae Parira Polsek Parongil.

Korban mengalami tusukan di bagian punggung sebanyak 2 kali dan tengkorak kepala. Tubuh toke durian itu mengalami pendarahan berat.

Donni menerangkan, kasus itu diduga terkait hasil panen durian. Malam itu, korban memarahi anaknya yang sedang menghitung hasil panen durian di teras rumah.

Jangan kau bikin rumah ini jadi bisnismu, kata korban. Lalu GSP balik bertanya, apa maksudmu, pak?

Seterusnya, terlapor meminta istrinya mengambil pakaian. Korban mengambil batu dari samping rumah sembari melemparkan ke arah putranya.

GSP menerima perkataan kasar dari ayahnya hingga anaknya kehilangan kesabaran. Spontan saja, GSP mengambil pisau dari laci mobil lalu mengejar korban sampai terjatuh di halaman.

Benda tajam itu menyasar bagian punggung dan tengkorak kepala bagian belakang. Istri korban, Pintauli boru Hite berusaha melerai. Korban dilarikan ke RSU oleh D Manullang dan warga lainnya.

Kepala Desa, Togar Pane menerangkan, GSP pulang kampung bersama istrinya boru T dan anaknya medio Desember 2019 untuk tahun baru. Dulunya merantau di Jakarta.

“Dengar-dengar ada hubungan dengan panen durian. Kalau ayahnya memang toke durian” kata Kades.

GSP adalah suami dari boru T. Dia anak pertama dari 2 bersaudara.[dairinews]

Berita Terkait