Terlibat Kasus Penggelapan Mobil, Oknum Anggota DPRD Langkat Ditangkap

Selasa, 05 Mei 2020 16:00

digtara.com – Seorang oknum anggota DPRD Kabupaten Langkat, SF (40) ditangkap Satuan Reskrim Polres Sibolga terlibat kasus penggelapan mobil rental di Kota Medan.

Tersangka SF ini ditangkap bersama dua tersangka lainnya, WN (24) dan TMM (41) di tempat berbeda dalam pengembangan. Tersangka TTM, warga Sibolga telah ditahan sejak Selasa (4/02/2020) menyusul tersangka WN warga Medan ditahan sejak Senin (30/03/2020).

Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi membenarkan oknum DPRD Langkat diamankan dari hasil pengembangan kasus penggelapan mobil rental. “Iya oknum ini ditangkap di Kota Medan, Minggu (26/04/2020). SF merupakan saudara sepupu WN. Dalam kasus ini, SF berperan mencarikan orang penerima gadai mobil,” jelasnya, Selasa (5/05/2020).

Tersangka SF diamankan Polres Sibolga kasus penggelapan mobil rental plat BA 1473 OA milik Wandri Meyrikson Tambunan (28) warga Jalan Rambutan Kelurahan Kuranji, Padang, Sumatera Barat (Sumbar) dan melaporkannya ke Polres Sibolga pada Sabtu, 15 Juli 2017. “Dalam kasus ini, Wandri dirugikan sekitar Rp 150 juta,” ujarnya.

Wandri menyerahkan mobil kepada WN di Jalan Eben Ezer No 5A, Kelurahan Aek Parombunan Kecamatan Sibolga Selatan Kota Sibolga pada Kamis 29 Juli 2017.

Tersangka SF mengakui saat itu dihubungi sepupunya WN untuk mencari tempat menggadai mobil dengan alasan temannya minta tolong dan butuh uang karena istrinya sedang sakit.

“Tersangka SF dan WN merupakan saudara sepupu. SF menerima mobil tersebut yang digadaikan WN sebesar Rp 25 juta, dengan alasan sedang membutuhkan biaya pengobatan istrinya yang sedang sakit,” ungkapnya.

Setelah itu direntalkan kepada TMM selama 5 hari dengan biaya rental per harinya sebesar Rp 300 ribu. Namun, saat itu dikasih panjar Rp 500 ribu.

Hingga kini mobil itu tak kunjung dikembalikan. Apalagi saat serah terima mobil, tidak ada dibuat bukti surat penerimaan. “Akibat perbuatan itu, para tersangka ditahan dan dijerat pasal 372 subs pasal 480 ke 1e KUHPidana dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” tandasnya.

[ya]

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV.
Jangan lupa, like comment and Subscribe.

Berita Terkait