Tega! Bayi Tewas Dicekik Sebelum Dimakan Anjing Demi Tutup Aib karena Hamil dari Pria Beristri

Senin, 10 Mei 2021 15:41
imanuel lodja/digtara
Tersangka kini harus mendekam lama di balik jeruji penjara

digtara.com – AP (29) sudah ditetapkan sebagai tersangka pembunuh bayi di hutan yang kemudian dimakan anjing. Ternyata, tindakan itu ia lakukan untuk menutupi aib atas kehamilannya dari seorang pria beristri.

Di Mapolres Kupang, AP mengakui berupaya menggugurkan kandungannya sejak usia kandungan 6 bulan dengan tujuan bisa berangkat ke Malaysia untuk jadi TKW. Dengan ramuan tertentu, ia pun akhirnya melahirkan bayi laki-laki pada Rabu (21/4/2021) pagi sekitar pukul 05.00 Wita di hutan Kuan Nunuh di RT 009/RW 004, Desa Oebesi, Kecamatan Amarasi Timur, Kabupaten Kupang. Saat itu usia kandungan 7 bulan.

Saat lahir, bayi yang masih dalam keadaan bernyawa itu ia bunuh dengan cara mencekiknya.

“Jadi, saat itu bayi tersebut menangis sehingga tersangka AP panik dan takut kalau ada orang yang melihat atau mendengar tangisan tersebut. Tersangka AP kemudian mencekik leher bayi tersebut dengan tangan kiri sekuat tenaga,” jelas Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung, SH SIK MSi, dalam konferensi pers, Senin (10/5/2021).

Setelah memastikan bayi tersebut meninggal, tersangka AP meninggalkan bayi tersebut di dalam hutan dan pulang ke rumah untuk bertukar pakaian. Tersangka AP kembali lagi ke hutan Kuan Nunuh untuk mencari bayi tersebut namun ia tidak menemukan lagi karena ternyata sudah dimakan anjing.

Ia pun pulang ke rumah dan melaksanakan aktivitas seperti biasanya.

Pacaran dengan suami orang

Dalam pengakuannya, tersangka AP mengaku kalau ia menjalin hubungan dengan OS (35) yang sudah memiliki istri dan anak. Kisah asmara keduanya sudah terjadi sebelum OS menikah.

Sebelum AP berangkat ke Malaysia untuk menjadi TKW, ia sudah dekat dengan OS. Dari hubungan keduanya, AP hamil dan lahirlah seorang anak (kini berusia 5 tahun).

Namun setelah AP pulang, OS berkhianat dengan menikahi wanita lain dan kini sudah memiliki anak. Karena sudah terlanjur cinta, AP kembali menjalin hubungan dengan OS.

Dari hubungan itu, AP pun hamil. Sejak saat itu AP dan OS tidak lagi bertemu. OS mengaku tidak tahu kalau AP hamil.

Saat usia kandungan memasuki bulan keenam, AP hendak mengugurkan janin dalam kandungan karena ia berniat kembali ke Malaysia menjadi TKW. Karena itulah, ia menemui tetangganya HS dan meminta bantuan menggugurkan janin dalam kandungannya.

Pada akhir bulan Maret 2021, tersangka AP ke rumah HM menyampaikan niatnya. Saat itu HM memberikan ramuan berupa cairan dalam botol air mineral berukuran 1,5 liter. Sebagai imbalan, AP pun menyerahkan uang sebesar Rp 100.00 kepada Hagar Misa.

Awal bulan April 2021, tersangka AP kembali ke rumah Hagar Misa. Selama pekan itu, AP tiga kali ke rumah HM. Berturut-turut, AP menyerahkan uang jasa ke HM Rp 50.000, Rp 100.000 dan ketiga menyerahkan Rp 100.000.

Menurut tersangka AP, saat itu HM memberikan dosis minum yaitu pagi 2 gelas, sore 2,5 gelas dan pada saat pukul 24.00 wita 3 gelas.

Saat meminum ramuan yang diberikan HM pada 17 April 2021, AP merasakan sakit pada badan dan perut. Lalu pada 21 April 2021 pagi, bayi dalam kandungan dilahirkan sendiri oleh AP di hutan.

Bayi itu dalam keadaan bernyawa. Namun AP dengan tega mencekiknya hingga tewas, Jasadnya ditinggalkan dan kemudian dimakan anjing. Duh, tega ya!

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube TVDigtara. Jangan lupa, like comment and Subscribe

Berita Terkait