Sudah Jadi Tersangka dan Ditahan, Terduga Pelaku Pembunuhan Mahasiswa Alor Masih Membantah

Rabu, 12 Januari 2022 09:00
ist
Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung didampingi Kasat Reskrim Polres Kupang AKP Wahyu Agha Wahyu Septian, SIK

digtara.com – Pihak Polres Kupang sudah menahan Thadeus Daga selaku tersangka kasus penganiayaan dan pembunuhan mahasiswa asal Kabupaten Alor, NTT

Ia ditahan sejak 6 Januari 2022 lalu.

Walau sudah ditahan, tersangka tetap menyangkal dan tidak mengakui perbuatannya.

“Tersangka tidak mengakui perbuatannya;” ujar Kapolres Kupang AKBP Aldinan RJH Manurung didampingi Kasat Reskrim Polres Kupang AKP Wahyu Agha Wahyu Septian, SIK, Rabu (12/1/2022).

Polisi juga belum menemukan barang bukti pisau yang dipakai tersangka membunuh korban.

Baca: Mahasiswa Alor Tewas Saat Bentrok di Matani-Kupang, Polisi Tetapkan Satu Tersangka

Namun dari hasil pemeriksaan saksi diketahui motif penganiayaan berujung pembunuhan karena korban mau memukul teman tersangka.

Selain itu, korban juga memukul wajah tersangka dengan kayu sehingga tersangka mengalami luka pada hidung dan bibir bagian atas.

Kapolres menyatakan kalau berkas perkara sudah dilimpahkan untuk tahap 1.

Polisi juga mengamankan barang bukti baju kaos dan celana pendek milik korban serta penutup kepala milik korban dan tersangka.
Thadeus Daga disangkakan melakukan tindak pidana pembunuhan, sebagaimana diatur dalam pasal 338 KUH-Pidana subs pasal 351 ayat (3) KUH-Pidana.

“Dalam pemeriksaan mulai dari tingkat penyelidikan hingga penyidikan, tersangka Thadeus Daga tidak mengakui perbuatannya namun penyidik mempunyai bukti yang kuat sehingga yang versangkutan ditetapkan sebagai tersangka,” ujar Humas Polres Kupang, Aiptu Lalu Randy Hidayat, Rabu (12/1/2022).

Thadeus Daga ditahan berdasarkan surat perintah penahanan nomor : Sprin – Han / 01 / 2022 / Sek Kupang Tengah.

Berawal Dari Tawuran

Kasus tawuran, penganiayaan, pengeroyokan yang menyebabkan satu orang mahasiswa meninggal dunia pasca ditikam ini terjadi pada Jumat (23/4/2021) lalu sekitar pukul 15.00 Wita, di samping kiri rumah Thomas Fongo Di RT 020/RW 006, Dusun III, Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT.

Dalam peristiwa ini, satu orang mahasiswa asal Kabupaten Alor, NTT, Aser Deplis Mapada (20) asal Desa Maleipea, Kecamatan Alor Selatan, Kabupaten Alor meninggal dunia karena ditikam.
Setelah melakukan penyelidikan kasus ini, dilakukan beberapa kali gelar perkara oleh penyidik.

“Menaikkan status perkara dari tingkat lidik menjadi sidik di Polsek Kupang Tengah dan memberikan SP2HP kepada keluarga korban,” ujarnya.

Penyidik Polsek Kupang Tengah melakukan gelar perkara ulang untuk penetapan tersangka dipimpin Kasat Reskrim Polres Kupang AKP Wahyu Agha Ary Septyan S, SIK.

“Ditetapkan seorang tersangka berinisial Thadeus Daga. Dalam hasil penyidikan dan fakta hukum yang diperoleh telah memenuhi 2 alat bukti sebagaimana diatur dalam pasal 184 KUHAP serta unsur – unsur pasal yang disangkakan yakni pasal 338 KUHP subs pasal 351 ayat (3) KUHP telah terpenuhi,” tandasnya.

Hasil gelar perkara penetapan tersangka tersebut, penyidik Polsek Kupang Tengah menerbitkan surat penetapan tersangka dan melakukan pemeriksaan lanjutan kepada tersangka Thadeus Daga.

Polisi juga memberikan SP2HP kepada keluarga korban.

Kepada tersangka Thadeus Daga diterapkan pasal 338 KUHP subs pasal 351 ayat (3) KUHP.
Polisi juga sudah melakukan olah TKP dan menerbitkan surat perintah penyelidikan.

Sebelumnya, polisi telah membuat surat visum mayat dan permintaan untuk dilakukan outopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Titus Uly Kupang.

“Kita mengamankan barang bukti dan memberikan undangan klarifikasi kepada para saksi serta melakukan pemeriksaan terhadap 14 orang saksi,” urai nya.

Peristiwa di Bulan April

Laman: 1 2