Rekonstruksi Pembunuhan Hingga Jelang Malam Dihentikan Karena Hujan Lebat, Warga Membludak

Selasa, 21 Desember 2021 19:20
imanuel lodja
Warga berkerumun menanti rekonstruksi pembunuhan ibu dan anak

digtara.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Alak, Kota Kupang, Selasa (21/12/2021) siang hingga jelang malam, menghentikan proses rekonstruksi pembunuhan ibu dan anak, Astri Manafe dan Lael Maccabee oleh tersangka Randy Badjideh.

Saat dihentikan, tersangka Randy sudah melakonkan 12 adegan di tujuh titik.

Proses rekonstruksi terhenti saat korban Astri selesai mencekik Lael hingga tewas dan tersangka Randy selesai membunuh Astri.

Rekonstruksi adegan ini berlangsung di parkiran holywood depan rumah jabatan bupati Kupang, Kelurahan Kelapa Lima Kecamatan Kelapa Lima.

Randy masih sempat melanjutkan aksinya membawa jenazah kedua korban di atas mobil ke Toko Rukun Jaya, Kelurahan Oeba membeli plastik untuk memasukkan kedua jenazah.

Saat melakukan adegan menuju rumah Randy di Kecamatan Alak untuk memasukkan jenazah dalam plastik, hujan mulai mengguyur. Sehingga Randy batal dibawa ke lokasi pembuangan dan penemuan jenazah korban.

Namun ratusan warga yang sudah menunggu sejak pagi tetap bertahan.

Hujan lebat yang mengguyur tidak menyurutkan niat warga menyaksokan adegan Randy menguburkan jenazah Astri dan Lael.

Hujan lebat mengguyur selama hampir tiga jam hingga pukul 18.00 Wita.

“Sudah malam dan kondisi tidak memungkinkan kita melanjutkan rekon sehingga kita tunda besok, Rabu (22/12/2021),” ujar kapolres Kupang Kota, AKBP Satrya Perdana P Tarung Binti, SIK, Selasa (21/12/2021) petang.

Warga tetap bertahan karena tidak yakin dengan pemberitahuan polisi

Laman: 1 2 3 4

Berita Terkait