Rekonstruksi Lanjutan Pembunuhan Raja Adat di Samosir, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Jumat, 04 Desember 2020 10:35
istimewa
Polres Samosir menggelar rekontruksi lanjutan atas kasus pembunuhan Raja Adat Rianto Simbolon disaksikan Tim Poldasu, Kamis (3/12/2020).

digtara.com – Polda Sumut akhirnya turun tangan dalam menguak kasus pembunuhan raja adat di Samosir, Rianto Simbolon, Kamis (3/12/2020). Rekonstruksi Lanjutan Pembunuhan Raja Adat di Samosir, Tersangka Terancam Hukuman Mati

Rekonstruksi lanjutan yang digelar Polres Simalungun atas kasus pembunuhan sadis Rianto Simbolon di Jalan Ronggur Nihuta, Pangururan, Samosir. Dalam rekonstruksi ini, ada 12 adegan yang diperagakan oleh para pelaku.

“Adegannya kurang lebih 12 adegan. Rekonstruksi bukan diulangi tapi dilanjutkan, maka kita laksanakan rekonstruksi lanjutan pada hari ini,” kata Kanit II Buncil Ditreskrimum Polda Sumut Kompol TP Butarbutar, seusai rekonstruksi didampinggi Aiptu Leo Marpaung, Bripka JM Siallagan, dan Briptu Aris Sitepu.Ia menyampaikan bahwa rekonstruksi lanjutan ini merupakan perintah langsung dari Polda Sumatera Utara.

“Ini koordinasi dengan adanya gelar perkara di Polda Sumut. Ini perintah Pak Kapolda dan Dirkrimum, kemudian kami laksanakan rekonstruksi lanjutan supaya kasus itu terang benderang diungkap oleh Polda dan Satreskrim Polres Samosir,” sambungnya.

Terkait BAP yang kemudian dipertanyakan masyarakat yang tak sesuai dengan rekonstruksi pertama, Butarbutar menuturkan bahwa pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap para tersangka. “Jadi ini bukan versinya, tapi BAP-nya ditambah dengan proses BAP yang kita laksanakan,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan wartawan terkait turunnya pihak Polda Sumut dalam rekonstruksi pembunuhan Rianto Simbolon tersebut sudah biasa. “Ini sudah biasa, Polda merupakan pembina fungsi Ditreskrimum agar kasus itu bisa kita ajukan langsung ke JPU. Itu sudah biasa. Suatu penghargaan besar bagi kami termasuk para pengacara. Biasa dalam hal rekonstruksi, JPU itu adu pendapat. Namun silahkan nanti koordinasi dengan JPU,” ucapnya.

Dikatakan Butarbutar, hukuman bagi tersangka adalah ancaman seumur hidup atau hukuman mati, namun tetap berpedoman pada putusan pengadilan.

“Para pelaku dijerat dengan Pasal 340 Subsider 338 Junto Pasal 55, 56 KUHP, dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati, namun keputusan (pengadilan) yang menentukan. Ini pembunuhan berencana. Ini dalam BAP lanjutannya, akan kita laksanakan,” ujarnya.

Amatan wartawan di lokasi turut hadir lima tersangka yakni BS(27), TS(42), PS (42), JS(60), dan PS(24) sedangkan ES (25) hingga saat masih diburon polisi.Peristiwa itu sendiri terjadi pada 9 Agustus 2020 sekira pukul 02.00 Wib di depan Gereja Advent di pinggir Jalan Lintas Ronggur Nihuta Desa Pardomuan I, Kecamatan Pangururan Kabupaten Samosir.

Laman: 1 2

Berita Terkait