Preman Pasar Gambir Belum Ditangkap Semua, Liti Gea: Kami Masih Takut Jualan

Kamis, 09 September 2021 12:20
mag-03
Liti Wari Iman Gea (Baju Merah Muda) bersama anaknya

Liti yang sehari hari berjualan di pasar mengaku belum berjualan lagi sejak kejadian yang melandanya dan bingung untuk menghidupi keluarga ke depan.

“Dari hari Minggu udah tidak jualan lagi, hanya jualan saja yang diandalkan, tidak ada yang lain, kami masih berutang di bank sekitar 7 juta lebih karena baru beli rumah 2 bulan lalu,” ucapnya.

Dirinya pun berharap kepada pihak kepolisian untuk menangkap 3 orang lagi yang mengeroyoknya agar dia bisa berjualan lagi tanpa ada gangguan dari preman pasar.

“Berharap bang semua pelaku tertangkap, biar bisa jualan lagi aku,” Harapnya.

Sebelumnya Liti Wari Iman Gea (37) menjadi korban pengroyokan sejumlah preman di Pajak Gambir, Pasar VIII Tembung, Deliserdang, Senin kemarin dan video pengroyokannya pun menjadi viral di sosial media.

Kepada wartawan, Liti pun menceritakan awal mula dia bersiteru dengan preman pajak tersebut bermula dari dimintanya uang pajak kepadanya.

“Mereka minta uang 500 ribu sama saya, tidak saya berikan, pagi pagi jam 7 tidak aku openin (pedulikan,red) mereka, aku pergi belanja. Selesai belanja datang lagi dia, terus mereka bilang gak usah jualan kau disitu. Terus aku bilang tunggu lah bang biar aku turunkan belanjaan ini dulu, terus tiba tiba perutku di tendangnya 2 kali, terus aku bilang bang janganlah gitu sama perempuan,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (07/09/2021).

Lalu Liti mengatakan bahwa sang preman sempat meminta suami Liti untuk datang untuk berduel, namun sang preman langsung memanggil teman temannya, dan langsung mengeroyok Liti.

“Yang aku lihat dimataku ada 4 orang, aku kaya udah mau mati dibuat orang itu. Sampe rambut aku dan anakku diantukkan mereka,” ucapnya lagi. (mag-03)

Laman: 1 2

Berita Terkait