Pores Sorong Kota Tangkap Pelajar Eksekutor Curanmor Lintas Provinsi

Senin, 03 Februari 2020 17:23
Tersangka MR saat digiring petugas (phyl/digtara)

digtara.com | SORONG – Polisi menangkap seorang pelajar SMA berinisial MR (18), warga Kota Sorong, Papua Barat.

Tersangka MR ditangkap bersama seorang rekan wanitanya di sebuah pondok, tak jauh dari kediamannya di kawasan Klalin-1, Kabupaten Sorong, Papua Barat pada Minggu, 2 Februari 2020.

Informasi yang dihimpun, MR ditangkap lantaran diduga terlibat dalam komplotan pencuri sepeda motor yang kerap beraksi di Kota Sorong, Papua Barat. Dalam aksinya, MR berperan sebagai eksekutor yang disebut-sebut kerap berlaku sadis terhadap korbannya.

Dia ditangkap berdasarkan hasil pengembangan Polisi atas penangkapan tersangka AF, gembong komplotan itu. AF ditangkap Subdit Jahtanras Polda Papua Barat pada Sabtu 1 Februari 2020 kemarin.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Sorong Kota, AKP Syarifur Rahman, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya penanngkapan itu. Ia mengaku tersangka ditangkap berikut barang bukti sebilah clurit yang kerap digunakan pelaku saat beraksi.

“Tersangka kita tangkap saat bersembunyi di pondok. Dia bersama seorang wanita. Setelah kita tangkap, kita lakukan pengembangan ke rumah tersangka untuk mencari barang bukti. Dari rumah tersangka kita temukan clurit yang kerap digunakan saat beraksi,”sebut Syarifur, Senin (3/2/2020).

Pores Sorong Kota Tangkap Pelajar Eksekutor Curanmor Lintas Provinsi
Barang bukti yang disita dari komploran AF dan MR (phyl/digtara)

Polisi, lanjut Syarifur, kini tengah mengembangkan penyelidikan ke sejumlah orang yang patut diduga terlibat dalam komplotan AF dan MR. Para anggota komplotan itu disinyalir masih berkeliaran bebas di Kota Sorong.

“Kita terus saat ini berupaya mengembangkan pelaku-pelaku lainnya; apabila saat ini ada pelaku-pelaku lainnya yang ada di kota sorong, kami mengharapkan agar jangan melakukan tindakan-tindakan begal lagi. Kami akan melakukan tindakan tegas apabila pelaku-pelaku ini masih terus berbuat karena kami sudah ada namanya-namanya,” tegas Syarifur Rahman.

[AS]

Berita Terkait