Oknum Wartawan di Medan Todong Warga Dengan Pistol

Sabtu, 07 Maret 2020 22:45

digtara.com | MEDAN – RD, oknum wartawan salah satu surat kabar terbitan Medan, dilaporkan ke Polisi. RD dilaporkan karena perbuatannya menodong warga dengan senjata api.

Insiden itu terjadi di Pasar Enggang, Jalan Enggang, Perumnas Mandala, Kecamatan Percut Seituan, Deliserdang, Senin subuh, 2 Maret 2020 lalu.

Kala itu RD datang bersama tiga rekannya TP, DN dan AB ke Pasar Enggang, untuk mencari seseorang bernama Rizal alias Zal. Rizal disebut-sebut sebagai pelaku pencurian yang telah meresahkan pedagang dan warga sekitar pasar.

RD dan rekan-rekannya kemudian membuka paksa pintu geser (rolling door) kios yang dijadikan tempat berjualan sekaligus tempat tinggal Siharma Silalahi. Saat rolingdor terbuka, Siharama sedang melakukan hubungan intim dengan istrinya.

Tanpa mempedulikan kondisi itu, RD Vs langsung menanyakan kepada pasangan suami-istri itu, dimana keberadaan Rizal. Dalam kondisi tanpa busana dan ketakutan, pasangan tersebut mengaku tidak mengetahui keberadaan Rizal.

Dianggap menutupi keberdaan Rizal, RD bersama komplotannya mengamuk. Mereka kemudian dengan merusak pintu-pintu kios yang lain. Tidak sampai disitu saja, RD Cs juga menganiaya dan menodongkan senjata api ke kepala Siharma.

Saat RD menodongkan senjata ke kepala Siharma, salah satu rekan RD mengaku sebagai Polisi.

Melihat suaminya ditodong pistol, istri Siharma pun histeris. Ia kemudian berteriak hingga membangunkan warga sekitar dan penjaga malam di pasar tersebut.

Melihat warga bangun dan petugas jaga malam datang, RD dan rekannya kemudian pergi meninggalkan lokasi pasar. Insiden itu pun dilaporkan ke Polisi melalui Polsek Percut Seituan.

“Kami tidak kenal dengan orang yang dicarinya. Kenapa bertanyanya kepada kami. Kedatangan merela sudah membuat malu karena saat pintu rolingdor dibuka paksa kami saat itu sedang melakukan hubungan suami istri. Kami tidak terima diperlakukan seperti itu. Lagian mereka bukan anggota polisi. Masa wartawan berlagak Polisi sampai mengancam dengan menodongkan pistol. Polisi aja tidak sampai segitunya,”terang Atik, istri korban Sabtu (7/3/20).

TIDAK KEBAL HUKUM

Atik, berharap agar pihak Polsek Percut Sei Tuan secepatnya menindak lanjuti proses hukum laporan suaminya itu. Ia meminta agar RD Cs, ditangkap.

“Kami berharap oknum wartawan RD Cs, itu secepatnya ditangkap. Kami yakin dan percaya polisi pasti memberikan keadilan hukum kepada masyarakat. Sebab tidak ada dinegara ini yang kebal hukum, siapa pun dia,”harap Atik, sembari mengatakan fungsi wartawan sebagai corong informasi bagi masyarakat.

Sementara itu, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Aris Wibowo membenarkan adanya laporan korban. Namun ia belum mau berkomentar banyak terkait laporan teraebut.

“Iya benar, laporannya sudah kita terima. Tapi kita masih lidik. Kita juga belum mengetahui siapa RD ini. Tapi pasti akan kita proses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,”tandasnya.

[AS]

Berita Terkait