Merasa Dikibuli Oknum ASN Distan Ketapang, Poktan di Langkat Ngadu ke Kadis

  • Whatsapp
dikibuli oknum ASN
Poktan Gaharu Indah bersama Kadistan Ketapang Nasiruddin SP di ruang kerjanya membahas tindakan Adrian yang telah melakukan penipuan (hendra/digtara)

digtara.com – Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kadistan Ketapang) Kabupaten Langkat, Nasiruddin SP mengecam dugaan penipuan yang dilakukan oleh oknum di instansinya terhadap Kelompok Tani (Poktan) Gaharu Indah. Poktan tersebut dikibuli oknum ASN tersebut hingga Rp80 juta rupiah.

Ditemui di ruang kerjanya, Senin (22/2/21) Nasiruddin mengatakan sangat kecewa atas ulah anggotanya Ardian Daulay Cs yang mencoreng nama instansinya.

“Atas ulahnya itu, Ardian sudah dipindah tugaskan ke Kecamatan Bahorok dan diminta agar segera menyelesaikan masalahnya. Kami minta kepada petugas penyuluh pertanian lapangan (PPL) jangan macam-macam di bawah, jangan ada melakukan pungutan, apalagi sampai menjual nama petinggi,” tegas Nasiruddin.

Muat Lebih

Masih kata Nasiruddin, pungutan yang dilakukan Ardian Cs kepada kelompok tani dilakukan tanpa sepengetahuannya. Sebagai petinggi di dinas tersebut, Nasiruddin juga meminta maaf kepada kelompok tani yang sudah dirugikan oleh pelaku.

Dijelaskannya, uang komisi 10 persen yang diminta Ardian merupakan permainannya untuk mendapatkan keuntungan pribadi.

“Begitu saya mengetahui ulah Ardian, saya marah kepadanya. Apalagi saat menjalankan aksinya, dia sampai menjual nama bupati,” ujarnya.

Diceritakannya, pada Jum’at (19/2/21) malam lalu, Ardian menemui Nasiruddin di sebuah warung kopi di daerah Kebun Lada Binjai.
Dalam pertemuan itu, Ardian mengakui pungutan yang dilakukannya sepanjang pengurusan PSR yang diajukan Poktan Gaharu Indah kepadanya.

“Saya sampaikan sama dia agar permasalahan itu segera diselesaikan. Saya gak pernah berurusan seperti ini. Saya arahkan juga dia untuk menjumpai Poktan Gaharu Indah untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Poktan itu butuh bantuan, jangan kita bebankan lagi,” katanya saat bertemu Adrian.

Nasiruddin menambahkan, Ardian mengaku melakukan pungutan untuk kelengkapan administrasi, seperti fotocopy berkas. Ardian juga menyebutkan, bahwa dirinya bekerja tidak sendirian, melainkan bersama dua temannya.

“Selama pengurusan itu, Ardian bekerja tidak sendiri, melainkan dibantu oleh dua rekannya Nazri dan Johan,” terangnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan