Lakukan Penipuan Online, Tiga Warga Medan Ditangkap Polisi

Jumat, 07 Januari 2022 17:25
ist
Lakukan Penipuan Online, Tiga Warga Medan Ditangkap Polisi

digtara.com – Tiga pelaku penipuan online dengan modus jual mobil berhasil ditangkap Unit Pidum Polres Langkat di salah satu bank yang ada dikawasan Kota Medan, Selasa (4/1/2022) sekira pukul 14.00 Wib.

Ketiga pelaku tersebut masing-masing Afriadi Indra Gunawan alias Apriton (33) warga Jalan Denai, Gang Berdikari, Lingkungan XI, Kelurahan Tegal Sari, Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan, Ikram Syah Ramadhan (33) warga Jalan Tangguk Bongkar IX, Lingkungan IX, Kelurahan Tegal Sari, Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan dan Aan Syahputra (26), Jalan Tangguk Bongkar IX, Gang Buntu, Lingkungan IX, Kelurahan Tegal Sari, Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan.

Kanit Pidum Polres Langkat, Ipda Herman F. Sinaga, S. Sos mengatakan, peristiwa ini berawal Senin (03/1/22) sekira pukul 12.00 Wib di Jalan Hang Tuah, Stabat, Kelurahan Stabat Baru Kec. Stabat Kabupaten Langkat.

Baca: Awas! Tabungan Berbonus Asuransi Cuma Modus Penipuan Nasabah

Saat itu korban melihat penjualan satu unit mobil merk Avanza warna hitam tahun 2013 dengan nomor rangka : MHKM1BA3JDK1850003, nomor mesin: MC83538 Nomor Polisi BK 1360 OF di layanan jual beli online (OLX).

“Saat itu korban mendapatkan nomor pelaku, kemudian ditelpon lah pelaku Gunawan alias Rasyid untuk negosiasi harga. Kemudian terjadi kesepakatan harga pembelian mobil dengan harga sebesar Rp 102.000.000,- (Seratus dua juta rupiah). Pelaku mengarahkan agar korban mentransfer uang pembelian tersebut ke rekening Bank Mandiri dengan Nomor Rekening: 1050016376950 atas nama Oktaviana Fajar Wati,” jelas Herman, Jumat (7/1/22).

Setelah uang ditransfer, lanjut Herman, mobil tersebut tidak diberikan juga. Kemudian setelah kejadian tersebut, korban Kevin Pranata (27) warga Lingkungan IX, Kelurahan Sido Rejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung Kota Medan langsung melaporkan ke Bank Mandiri untuk melakukan pemblokiran terhadap rekening yang berkaitan dengan tindak pidana tersebut.

“Jadi ini uang sudah di transfer korban, namun mobil tak kunjung diberikan. Jadi korban merasa ditipu dan langsung memblokir nomor rekening yang diberikan pelaku agar uang tersebut tidak dapat diambil oleh pelaku,” terang Herman.

Selasa (4/1/22) sekira pukul 14.00 Wib, lanjut Herman, pihaknya mendapatkan informasi kalau pemilik rekening yang menerima transferan uang dari istri korban sedang berada di Bank Mandiri Center Point dan akan melakukan pembukaan blokir rekening.

Laman: 1 2

Berita Terkait